Gus Hans: PBNU Elitis, Konflik Tak Berdampak Signifikan ke Warga NU!
SURABAYA | Barometer Jatim – Konflik di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kian menjadi-jadi, bahkan diwarnai saling memecat di antara kubu syuriyah dan tanfidziyah.
Setelah rapat harian syuriyah mencopot KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dari Ketua Umum PBNU, kini Gus Yahya balik memecat Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dari Sekjen PBNU.
Namun Tokoh Muda NU, KH Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans menilai konflik di tubuh PBNU hanya pertikaian elite, tidak berdampak signifikan bagi Nahdliyin atau warga NU.
“Saya melihat apa yang dilakukan PBNU selama ini kan elitis, sehingga kegaduhan, turbulensi yang ada di PBNU itu adalah masalah-masalah elite yang tidak berdampak pada kehidupan ritual bagi warga NU yang ada di bawah,” katanya, Sabtu (29/11/2025).
Karena itu, kiai muda pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Jombang itu mengimbau kepada Nahdliyin tetap fokus mengerjakan hal-hal untuk keumatan.
“Yang pesantren ya fokus kepesantrenan, tidak perlu melihat atau ngurusi gerakan-gerakan tataran elite,” ucap Gus Hans.
“Toh apa yang mereka lakukan selama ini, kan yang merasakan juga para elite itu sendiri,” sindir Sekjen Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok tersebut.
Ya, konflik di tubuh PBNU membuat syuriyah dan tanfidziyah terbelah hebat. Dua-duanya menerbitkan risalah rapat harian yang berujung pencopotan jabatan.
Kubu syuriyah, terlebih dahulu mengeluarkan risalah rapat harian yang dipimpin dan diteken Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, Jumat, 20 November 2025. Inti risalah, memaksa Gus Yahya mengundurkan diri dari Ketum PBNU atau diberhentikan.
Tak terima dipecat, kubu Gus Yahya balik mengeluarkan risalah rapat harian tanfidziyah PBNU. Intinya mencopot Gus Ipul dari jabatan Sekjen PBNU, dipindahkan ke posisi Ketua PBNU bidang Pendidikan, Hukum, dan Media.
Jabatan Sekjen kini diamanatkan kepada Amin Said Husni, yang sebelumnya Wakil Ketua Umum PBNU bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK). Posisi Waketum bidang OKK yang ditinggalkan Amin Said Husni digantikan KH Masyhuri Malik.
Tak hanya Gus Ipul, Gudfan Arif Ghofur juga turut dicopot dari jabatan Bendahara Umum menjadi Ketua PBNU bidang Kesejahteraan. Posisi Bendahara Umum selanjutnya diisi Sumantri Suwarno.
Menurut Gus Yahya dalam siaran pers PBNU, langkah rotasi sebagaimana dijelaskan dalam risalah rapat, dilakukan untuk meningkatkan efektivitas, kinerja organisasi, dan mengurai penyumbatan birokrasi internal.
"Termasuk persoalan mandeknya banyak SK di meja Sekjen yang dinilai menghambat jalannya organisasi,” tegas Gus Yahya.{*}
| Baca berita PBNU. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur