Natal Lintas Agama Dihadiri Gus Hans hingga Abu Janda

NATAL LINTAS AGAMA: Perayaan Natal Lintas Agama yang digelar Persekutuan Doa Oikumene Kasih di Dyandra Convention Center, Surabaya, Selasa (11/12) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
NATAL LINTAS AGAMA: Perayaan Natal Lintas Agama yang digelar Persekutuan Doa Oikumene Kasih di Dyandra Convention Center, Surabaya, Selasa (11/12) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Khidmat dan meriah! Tak hanya dijubeli seribuan umat Nasrani, perayaan Natal Lintas Agama yang digelar Persekutuan Doa (PD) Oikumene Kasih Surabaya di Dyandra Convention Center, Surabaya, Selasa (11/12) malam, juga dihadiri tokoh agama, pejabat, politikus, hingga pegiat sosial.

Mereka di antaranya Pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang, KH Zahrul Azhar As’ad; Wakil Bupati Lamongan, Kartika Hidayati; Politikus PDI Perjuangan, Puti Guntur Soekarno; hingga Pegiat Media Sosial, Pemadi Arya alias Abu Janda Al Boliwudi.

Tampak pula Ketua Umum Relawan Suara Emak Peduli Indonesia (SEPI) EH Aini Gebse; Ketua Umum Damai Nusantaraku (Dantara) Putri Simorangkir; Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi, Aan Anshori; serta penyanyi era 90-an Andre Hehanusa.

• Baca: 10 Tahun! Risma Gagal Wujudkan Trem di Surabaya

Pimpinan PD Oikumene Kasih, Debora Helmi menuturkan, perayaan Natal tahun ini merupakan kali ketiga yang digelar pesekutuannya. Dia juga merasa gembira karena dihadiri tujuh tokoh lintas agama.

“Satu kebahagiaan saya, bahwa malam ini bisa merayakan perayaan Natal kembali bersama lintas agama. Dihadiri tujuh lintas iman. Ada Islam, Kristen, Katolik, Konghucu, Budha, Hindu serta aliran kepercayaan,” katanya.

Debora menambahkan, acara ini digelar selain untuk merayakan Natal juga untuk mendoakan Indonesia. “Kami dari minoritas ingin jadi berkat. Itu saja sebetulnya. Kami ingin jadi berkat buat Indonesia, karena kami tinggal di Indonesia,” paparnya.

• Baca: Pengamat: Bambang DH Bisa Jadi Tersangka Seumur Hidup

“Biarlah persekutan ini juga menjadi pendoa buat bangsa. Kami bukan sekadar beragama dan beribadah, tapi ingin menjadi berkat untuk Indonesia.”

Sedangkan KH Zahrul Azhar As’ad, saat diberi kesempatan naik panggung mengajak antarumat beragam untuk menjaga kerukunan dan kedamaian. Sebab, hal itu menjadi tujuan bersama dalam berbangsa dan bernegara.

• Baca: Kakak Dipenjara KPK, Adik Dilantik Jadi Wali Kota Mojokerto

“Happy semuanya? Bahagia semuanya?” sapa kiai muda yang akrab disapa Gus Hans tersebut kepada jemaat yang disambut koor: Happy..!! Bahagia..!!

Gus Hans menambahkan, ketika kita beragama tetapi ada yang membuat kita bermusuhan dengan yang lain, berarti ada yang salah dari kita dalam beragama. “Setuju?” katanya yang kembali disambut koor: Setuju..!!

Keragaman Indonesia

BERI APRESIASI: Puti Guntur Soekarno, apresiasi perayaan Natal yang menghadirkan tokoh lintas agama, Selasa (11/12) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
BERI APRESIASI: Puti Guntur Soekarno, apresiasi perayaan Natal yang menghadirkan tokoh lintas agama, Selasa (11/12) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Sementara politikus PDI Perjuangan, Puti Guntur Soekarno sangat mengapresiasi perayaan Natal yang juga menghadirkan tokoh lintas agama tersebut.

Terlebih acara digelar dalam suasana Tahun Politik yang masih diwarnai isu-isu intoleransi, tidak saling menghormati antarsesama agama, saling mencemooh, serta tidak merasakan perdamaian dan persaudaran.

• Baca: Hari Antikorupsi, Penanganan Korupsi P2SEM di Kejati Macet!

“Dalam situasi tersebut, maka cara seperti ini, Natal Lintas Agama, menjadi satu contoh yang bisa dilihat dan dirasakan seluruh warga masyarakat, utamanya Surabaya, bahwa kita hidup di Indonesia ini karena keberagaman,” katanya.

“Sehingga perayaan keagamaan, entah itu Natal, Lebaran, kita harus saling memberikan penghargaan sebagai bentuk rasa syukur kita bahwa Indonesia ini beragam,” pungkas mantan Cawagub Jatim 2018 itu.

» Baca Berita Terkait Surabaya, Gus Hans