Membeli Hewan Kurban Kian Mudah Lewat SmartQurban

APLIKASI HEWAN KURBAN: Achmad Habib (kiri) menunjukkan aplikasi SmartQurban. Memudahkan konsumen dalam membeli hewan kurban. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI
APLIKASI HEWAN KURBAN: Achmad Habib (kiri) menunjukkan aplikasi SmartQurban. Memudahkan konsumen dalam membeli hewan kurban. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI

Kecanggihan aplikasi via ponsel pintar tak henti menelorkan berbagai kemudahan. Termasuk dalam mempersiapkan hewan kurban di Hari Raya Idul Adha.

BERBEKAL keinginan agar transaksi hewan kurban lebih mudah dan saling menguntungkan, PT Ternaknesia Farm Innovation (TFI) mengembangkan aplikasi SmartQurban.

Aplikasi ini merupakan platform kurban online Ternaknesia, yang menghubungkan pengurban dengan peternak terdekat yang dipilih. Peternak yang tergabung di aplikasi ini riil, memiliki kandang dari beberapa wilayah di Indonesia.

“Cara ini bisa memudahkan konsumen dalam membeli hewan kurban secara lebih mudah dan berkah,” terang Manajer SmartQurban, Achmad Habib saat ditemui usai launching di kantornya kawasan Raya Manyar, Surabaya, Rabu (11/7).

• Baca: Stok Cukup, Peminat Hewan Kurban di Lamongan Turun

Tak sekadar mudah, menurut Habib, transaksi yang dilakukan melalui SmartQurban bisa menyejahterakan peternak lokal karena mendapat harga yang tidak merugikan.

Habib menambahkan, meski aplikasi ini menjadi terobosan baru dalam transaksi hewan kurban, bukan berarti budaya transaksi konvensional dengan mendatangi show room ternak kurban dihilangkan.

Konsumen hanya lebih dimudahkan untuk melakukan pengecekan kondisi hewan ternak yang akan dipilih. “Jadi untuk pembeli yang ingin mengecek langsung, bisa kami arahkan ke lokasi terdekat dari aplikasi yang digunakan,’’ terangnya.

• Baca: Daging Kurban Tak Cepat Busuk? Ini Tipsnya

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) jumlah penyembelihan ternak kurban tiap tahunnya meningkat. Pada 2016 penyembelihan tercatat sebanyak 1.019,777 ekor.

Setahun kemudian meningkat menjadi 1.432.940 ekor. Terdiri dari 440.323 ekor sapi, 9.851 ekor kerbau, 755.288 ekor kambing dan 227.479 ekor domba dengan kisaran kenaikan kebutuhan hewan ternak sebanyak 10 persen dari tahun sebelumnya.