Mahfud MD Lebih Diinginkan Publik Ketimbang Yenny Wahid

NU KAYA KADER POTENSIAL: Yenny Wahid dan Mahfud MD diharapkan maju di Pilgub Jatim dari Poros Tengah. Bukti NU kaya kader potensial. | Foto: Ist
NU KAYA KADER POTENSIAL: Yenny Wahid dan Mahfud MD diharapkan maju di Pilgub Jatim dari Poros Tengah. Bukti NU kaya kader potensial. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Direktur Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W Oetomo tak terkejut dengan munculnya nama Yenny Wahid sebagai bakal Cagub di Pilgub Jatim 2018 yang ‘ditimang’ tiga partai Poros Tengah, Gerindra, PAN dan PKS.

Sebab, nama putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut muncul di tiga besar hasil survei SSC periode Desember 2017. “Hasil survei kami periode Desember lalu, Yenny mendapat 11,9 persen dukungan publik,” kata Mochtar saat dihubungi, Selasa (2/1) malam.

Namun satu hal yang patut dicermati, meski namanya muncul dalam hasil survei, ternyata Yenny hanya berada di posisi ketiga. Sedangkan posisi teratas ditempati tokoh NU lainnya, Mahfud MD (18,3 persen).

• Baca: Andai Anak Sendiri Maju, Gus Sholah Tetap Dukung Khofifah

Artinya, publik lebih menginginkan Mahfud MD sebagai Cagub yang diusung partai Poros Tengah. Persentase Yenny bahkan masih di bawah Ketua Umum Kadin Jatim, La Nyalla Mattalitti yang menempati posisi kedua (15,4 persen).

Begitu pula untuk posisi Cawagub dari Poros Tengah, Yenny menempati posisi kedua (11,6 persen) atau masih di bawah Anang Hermansyah (19,4 persen).

MAHFUD MD UNGGULI YENNY WAHID: Hasil survei SSC, publik lebih menginginkan Mahfud MD ketimbang Yenny Wahid bakal Cagub Jatim dari Poros Tengah. | Grafis: Hasil Survei SSC
MAHFUD MD UNGGULI YENNY WAHID: Hasil survei SSC, publik lebih menginginkan Mahfud MD ketimbang Yenny Wahid bakal Cagub Jatim dari Poros Tengah. | Grafis: Hasil Survei SSC

Meski demikian, menurut Mochtar, memunculkan nama Yenny menjadi bagian dari proses politik yang tengah dilakukan Gerindra, PAN dan PKS sebagai upaya untuk tetap bisa mengusung kandidat sendiri dalam barisan Poros Tengah.

• Baca: Survei: Popularitas Yenny Wahid Tujuh Tingkat di Bawah Khofifah

“Barangkali juga sebagai bentuk respons, setelah beberapa hari lalu coba testing the water dengan memunculkan nama Moreno-Suyoto dan ternyata tidak mendapatkan respons yang cukup memadai dari publik,” paparnya.

Maka bagi ketiga Parpol tersebut, tandas Mochtar, mencoba menggali potensi yang ada pada sosok lain adalah pilihan logis. “Dan sosok itu adalah Yenny Wahid,” tuntasnya.