Kutuk Teror Bom di Surabaya, Khofifah Minta Warga Tak Takut

KUTUK TEROR BOM: Cagub Khofifah Indar Parawansa mengutuk keras teror bom di Surabaya, serta mendesak aparat mengusut otak serta jaringannya secara tuntas dan obyektif. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
KUTUK TEROR BOM: Cagub Khofifah Indar Parawansa mengutuk keras teror bom di Surabaya, serta mendesak aparat mengusut otak serta jaringannya secara tuntas dan obyektif. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Khofifah Indar Parawansa mengutuk keras aksi teror bom bunuh diri di depan Gereja Santa Maria Tak Bercela di Surabaya, Minggu (13/5) pagi. Cagub Jatim nomor satu itu menilai aksi tersebut sebagai tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan.

“Kami berdoa semoga seluruh korban yang meninggal dunia diterima di sisi-Nya dan keluarganya diberi kesabaran,” katanya.

Khofifah menyayangkan teror bom terjadi saat umat Islam akan memasuki bulan Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi. Karena itu, dia mendesak aparat segera mengusut otak beserta jaringannya secara tuntas dan obyektif.

• Baca: Khofifah ‘Buru’ Gus Ipul soal 750 Ribu Lapangan Kerja Baru

Selain itu, Khofifah juga mengimbau seluruh pihak agar tidak mengaitkan aksi teror di Gereja Santa Maria Tak Bercela dengan agama tertentu. Dia yakin aksi itu dilakukan oleh kelompok tertentu yang tidak ingin Indonesia tenang, damai dan harmoni.

“Saya yakin tidak ada satupun agama yang mengajarkan teror, apalagi membunuh orang lain yang tidak bersalah. Agama apapun tidak akan menolerir aksi ini,” tandas ketua umum PP Muslimat NU itu.

Seperti diberitakan, sebuah ledakan terjadi di depan Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Surabaya, pagi ini. Polda Jawa Timur merilis pelaku yang diduga melakukan bom bunuh diri meninggal dunia. Korban lain yang juga meninggal adalah seorang jemaat gereja.

• Baca: Di Panggung Debat, Gus Ipul ‘Doakan’ Khofifah Jadi Gubernur

Selain dua korban meninggal, disebutkan terdapat 13 orang terluka akibat kejadian tersebut, termasuk dua anggota polisi. Korban luka kini dirawat di rumah sakit. Selain di Gereja Santa Maria, terjadi juga ledakan di salah satu gereja di Jalan Diponegoro, Surabaya.

Atas aksi ini, Khofifah mengajak masyarakat Surabaya agar tidak takut untuk melawan tindakan teror yang meresahkan tersebut.