Khofifah Berharap dari Jatim Lahir Pelaku Startup Dunia

AJAK JADI PELAKU STARTUP: Gubernur Jatim terpilih, Khofifah saat memberi arahan dalam wisuda di Unisla Lamongan, Sabtu (1/9). | Foto: Barometerjatim.com/MARJAN AP
AJAK JADI PELAKU STARTUP: Gubernur Jatim terpilih, Khofifah saat memberi arahan dalam wisuda di Unisla Lamongan, Sabtu (1/9). | Foto: Barometerjatim.com/MARJAN AP

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa berharap dari Jatim lahir para pelaku startup dunia. Para pelaku inovasi teknologi dan kreativitas ekonomi sekelas Mark Zuckerberg (CEO Facebook) atau bahkan Elon Musk (CEO Tesla).

“Saya ingin mengajak para mahasiswa yang baru diwisuda ini menjadi pelaku startup,” kata Khofifah saat memberi arahan dalam acara Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana Universitas Islam Lamongan (Unisla), Sabtu (1/9).

Lewat relasinya, Khofifah bahkan siap mempertemukan para pelaku startup di Jatim dengan Elon Musk, pemilik omset terbesar dalam inovasi teknologi di dunia dengan kekayaan bersih 20,1 miliar dolar AS (sekitar Rp 300 trilun).

• Baca: Khofifah: Partisipasi Politik di Muslimat NU Berjalan Baik

Dengan bertemu para pelaku inovasi teknologi dunia, perempuan yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu berharap lahir pikiran-pikiran yang kemudian mampu mengembangkan jejaring, inovasi serta kreativitas.

“Bahwa dari Lamongan bisa terlahir, kalau tidak Elon Musk, ya Mark Zuckerberg. Para inovasi teknologi dan kerativitas ekonomi luar biasa yang pernah hadir di dunia. Ini adalah teknologi-teknologi yang bisa di-create yang akhirnya bisa menghasilkan uang begitu banyak,” paparnya.

Apalagi, tambahnya, saat ini berbagai macam kegiatan manusia banyak menerapkan dukungan internet dan dunia digital sebagai ruang interaksi dan transaksi.

• Baca: Pemilu! Khofifah: Perempuan Susah Pindah ke Lain Hati

“Maka transaksi di Unisla sudah masuk pada cashless. Bagaimana kemudian digital ekonomi masuk ke kampus atau e-money masuk kampus,” katanya.

Begitu pula yang terjadi di masyarakat luas. Semula mereka belanja di toko atau pelaku bisnis yang harus membuat warung secara fisik, sekarang bisa dengan market plus online.

“Yang tadinya harus punya omzet gede, karena harus beli mobil, motor, sekarang lewat transportasi online. Pola-pola ini hanya mengandalkan kemampuan dalam menyiapkan sistem, aplikasi dan SDM dengan kemampuan untuk me-manage,” jelasnya.

Ajak Kolaborasi

AJAK PELAKU STARTUP KOLABORASI: Khofifah, jika tidak mampu kalahkan pelaku startup dunia, ajak mereka berkolaborasi. | Foto: Barometerjatim.com/MARJAN AP
AJAK PELAKU STARTUP KOLABORASI: Khofifah, jika tidak mampu kalahkan pelaku startup dunia, ajak mereka berkolaborasi. | Foto: Barometerjatim.com/MARJAN AP

Lebih konkret, Khofifah mencontohkan sukses Uber, perusahaan taksi terbesar tanpa memiliki kendaraan satu pun. Pun demikian dengan Facebook, platform media terpopuler tapi tidak menciptakan konten.

“Pencetak kontennya masyarakat dunia, dari mulai ibu-ibu momong anak sampai mahasiswa sambil di wisuda pun masih bisa FB-an. FB media penyedia sistemnya, bukan konten,” tandasnya.

Para perusahaan besar tersebut, bisa saja punya omzet triliunan rupiah tanpa harus punya mobil satu pun. “Mereka bisa melakukan itu dan hari ini sudah masuk Indonesia. Ini era menunjukkan industry 4.0. Setuju tidak setuju sudah masuk pada lingkungan terdekat kita,” ucapnya.

• Baca: Pilpres 2019, Khofifah: Mari Jaga Jatim Tetap Guyub Rukun

Karena itu, Khofifah ingin memperkenalkan para pelaku startup di Jatim untuk bertemu dengan para pelaku inovasi teknologi dan kreativitas ekonomi level dunia tersebut.

If you can’t beat ’em, join ’em. Jika kita tidak mampu kalahkan mereka, ya kita mesti harus berkolaborasi. Mereka punya sistem yang luar biasa besarnya, jaringan yang sangat kuat dan manajemen yang sangat bagus,” tuntas mantan menteri sosial tersebut.