Ketua Umum ISNU ‘Giring’ Kadernya Dukung Kiai Ma’ruf

DUKUNG KIAI MA'RUF AMIN: Ali Masykur Musa, logis kalau warga NU menyukseskan KH Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
DUKUNG KIAI MA’RUF AMIN: Ali Masykur Musa, logis kalau warga NU menyukseskan KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Ali Masykur Musa menyebut logis kalau warga NU — yang di dalamnya juga kader ISNU — menyukseskan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

“Itu bagian dari konsekuensi logis,” kata Ali Maskur usai menghadiri pelantikan pengurus ISNU Jawa Timur masa khidmat 2018-2023 di Sidoarjo, Minggu (12/8) sore.

Bagi Ali Masykur, networking tertinggi adalah pimpinan negara dan kader NU di Pilpres 2019 sudah menjadi bagian di dalamnya sebagai Cawapres yang dipasangkan dengan Capres Joko Widodo (Jokowi).

• Baca: Gus Sholah-Ketua PWNU Jatim Tunjukkan Politik Sejati NU

Dengan demikian, kekuatan NU akan lebih bisa maju dan strategis dalam membangun ekonomi, birokrasi dan politik serta kaitannya dengan SDM kalau berhimpitan dengan kepemimpinan nasional. Apalagi, faktanya, SDM kelas menengah di lingkungan NU ada di ISNU.

Ali Masykur lantas mem-breakdown ketiga hal tersebut. Pertama, kaki ekonomi penting karena akan melahirkan kemandirian ekonomi bagi NU.

“NU yang begitu besar, kalau tidak ditopang dengan ekonomi akan mudah dipecah dan tidak akan ada kemandirian,” terang anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2009-2014 itu.

• Baca: Khofifah Garis Bawahi Tekad ISNU Ingin Berwatak Gus Dur

Kedua, profesionalitas di lingkungan NU harus diperbaiki. Ini zaman modern, sehingga manajerial NU harus dibangun agar SDM NU melalui ISNU bisa ditempatkan di beberapa posisi strategis.

“Bisa di birokrasi, TNI-Polri dan juga businessman. Tanpa itu pengembangannya akan sulit,” tandasnya.

Ketiga, hubungan dengan lingkungan politik. Menurut Aly Masykur, apapun birokrasi itu output dari politik.

• Baca: Ketua PWNU Jatim: Tak Masalah Sedikit Nyimpang dari Khitthah

“Kalau NU dengan SDM pas-pasan, tidak mengisi pos-pos birokrasi dari konfigurasi Parpol yang ada, maka NU akan menjadi stempel saja di dalam proses politik,” jelas mantan wakil ketua Komisi XI DPR RI itu.

Nah, dengan tiga hal tersebut, ISNU akan memiliki garapan stragis untuk mempersiapkan SDM NU dan harus berhimpitan dengan kepemimpinan nasional.

“Jadi, saya pribadi berpendapat, satu konsekuensi kalau warga NU mendukung Kiai Ma’ruf,” tandasnya, sembari menambahkan kalau secara kelembagaan ISNU tidak terkait dengan Parpol atau berpolitik praktis.