Ketika Para Jaksa Dibuat Berkeringat dalam ‘Perkara Bola’

FUTSAL PIALA KEJATI: Kajati Jatim, Maruli HUtagalung usai mengikuti turnamen futsal Piala Kejati Jatim, Jumat (6/4). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
FUTSAL PIALA KEJATI: Kajati Jatim, Maruli HUtagalung usai mengikuti turnamen futsal Piala Kejati Jatim, Jumat (6/4). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Bagi para jaksa, menangani perkara hukum sudah biasa. Tapi urusan mengolah bola, ternyata bukan perkara mudah. Itulah yang tergambar dalam turnamen futsal Piala Kejati Jatim di halaman gedung Kejati Jatim, Jumat (6/4).

Kejuaraan dengan sistem gugur yang diikuti tim dari lingkungan Kejati Jatim dan koordinator Kejari se-Jatim itu berlangsung sengit. Bahkan, para jaksa yang ikut bertanding harus rela jatuh bangun berebut bola di lapangan rumput. Tak terkecuali Kepala Kejati Jatim, Maruli Hutagalung yang ikut bertanding.

Menurut Maruli, turnamen ini digelar agar para jaksa bisa bergembira di tengah kesibukan menangani perkara. Selain menyehatkan badan, futsal memberikan banyak filosofi yang bisa diterapkan dalam pekerjaan di lingkungan kejaksaan.

• Baca: Tanpa Kompromi, Awal 2018 Megakorupsi P2SEM Dibuka Lagi

“Jangan melakukan pelanggaran bisa kena kartu. Menangani kasus juga jangan asal tendang, butuh kerjasama yang bagus, oper sana-sini baru tendang, gol..!!” ujar pria yang juga gemar bermain catur tersebut.

Selain itu, menjelang purnatugas bulan depan, Maruli berharap turnamen futsal piala bergilir Kejati Jatim ini bisa digelar setiap tahun. “Sebentar lagi saya sudah tidak lagi PNS dan bulan ini juga ulang tahun saya. Kita gelar kejuaraan ini rutin setiap tahun,” ucapnya.

Turnamen futsal ini diikuti semua personel Kejati Jatim dan sejumlah koordinator kejaksaan, di antaranya Kejari Surabaya dan Gresik.