Tanpa Kompromi, Awal 2018 Megakorupsi P2SEM Dibuka Lagi

LIBAS PELAKU P2SEM: Kasus megakorupsi P2SEM dibuka lagi awal 2018. Kejati Maruli Hutagalung (kanan) akan melibas siapapun yang terlibat, termasuk anggota DPRD dan Pemprov Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ENEF MADURY
LIBAS PELAKU P2SEM: Kasus megakorupsi P2SEM dibuka lagi awal 2018. Kejati Maruli Hutagalung (kanan) akan melibas siapapun yang terlibat, termasuk anggota DPRD dan Pemprov Jatim. | Grafis/Foto: Barometerjatim.com/Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Siap-siap! Awal 2018 kasus megakorupsi P2SEM (Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat) dibuka lagi. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim segera mengeluarkan surat perintah penyelidikan.

“Nanti kita mulai awal tahun lha ya. Karena kalau sekarang saya mengeluarkan masuk dalam tunggakan kalau enggak selesai karena ini akhir tahun,” Kepala Kejati Jatim, Maruli Hutagalung usai menghadiri pemusnahan barang bukti miras di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (21/12).

“Nanti saya akan keluarkan surat perintah penyelidikan dulu ya. Penyelidikan, bukan penyidikan lho ya,” tandasnya.

• Baca: Tuntaskan Kasus P2SEM! Kejati Tunggu Blak-blakan dr Bagoes

Kasus megakorupsi P2SEM yang menguras uang negara ratusan miliar rupiah pada 2008 tersebut, diduga melibatkan banyak anggota DPRD Jatim periode 2004-2009 serta beberapa pejabat tinggi di Pemprov Jatim.

Setahun kemudian, kasus ini mulai diselidiki. Meski puluhan penerima P2SEM di berbagai daerah di Jatim sudah dihukum, termasuk mantan Ketua DPRD Jatim almarhum Fathorrasjid, banyak pihak menilai pengusutan belum tuntas.

Apalagi saksi kunci, terpidana dokter Bagoes Soetjipto buron sejak menjadi tersangka pada 2010 dan baru tertangkap akhir November lalu di Malaysia.

• Baca: Siap-siap! Kasus Megakorupsi P2SEM Bisa Dibuka Lagi

Maruli menuturkan, pihaknya akan memulai penyelidikan dari dokter Bagoes yang kini sudah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo.

“Pasti (mulai) dari situ (dokter Bagoes), karena mantan ketua DPRD-nya (Fathorrasjid) yang sudah dihukum baru-baru ini meninggal dunia,” katanya.

Padahal, lanjut Maruli, kalau ada Fathorrasjid dan dokter Bagoes akan lebih kuat lagi alat buktinya. “Jadi kuncinya ke dokter Bagoes, seperti Nazaruddin (saksi kunci berbagai kasus korupsi kakap ditangani KPK),” ujar Maruli.

• Baca: Pesan Kajati di Hari Antikorupsi: Koruptor, Bertobatlah!

Sebelumnya, saat peringatan Hari Antikorupsi se-Dunia lalu, Maruli menegaskan pihaknya sama sekali tidak segan untuk menindak siapapun pihak yang terlibat kasus P2SEM, termasuk pejabat di lingkungan Pemprov maupun anggota DPRD Jatim.

“Sipapun yang terlibat (kasus P2SEM) akan kita tindak, baik dia pejabat tinggi atau siapa saja. Sepanjang ada indikasi kuat, kita akan tindak,” katanya.

Maruli juga berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memberantas korupsi. Jika ada informasi soal korupsi, masyarakat bisa melapor ke Kejati dan Kejari di seluruh Jatim.

“Untuk para koruptor bertobatlah supaya negara ini menjadi bagus. Seharusnya pembangunan ini sesuai nawa cita Presiden RI, Bapak Jokowi,” tukasnya.