Jumat, 02 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Kecewa, La Nyalla Mundur dari Penjaringan Demokrat

Berita Terkait

MUNDUR TANPA TEKANAN: La Nyalla Mattalitti, mundur dari penjaringan bakal Cagub-Cawagub yang digelar Partai Demokrat Jatim. | Foto: Ist
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kandidat gubernur Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti memutuskan mundur dari penjaringan Cagub-Cawagub yang digelar Partai Demokrat Jatim.

“Ini soal komitmen dan kredibilitas dari sebuah proses politik yang seharusnya transparan, akuntabel dan amanah,” tegas La Nyalla dalam pernyataan tertulis, Senin (2/10).

La Nyalla kecewa dengan Demokrat yang dinilainya tidak memberi edukasi politik yang baik ke publik, seiring sikap partai tersebut mengubah-ubah jadwal penjaringan.

• Baca: ‘Gaya Vespa’ La Nyalla Melaju di Penjaringan Demokrat

“Ternyata harapan besar kita bersama untuk mewujudkan proses politik yang jujur, transparan, dan kredibel tidak sejalan dengan keputusan Partai Demokrat yang saya nilai masih jauh dari nilai-nilai komitmen berpolitik secara sehat,” paparnya.

“Ada kekecewaan bagi saya, karena komitmen waktu pendaftaran yang sudah disepakati bersama dengan calon-calon yang lain tidak sesuai dengan kesepakatan bersama.”

Padahal, katanya, komitmen itu disampaikan partai di forum resmi maupun pernyataan tertulis resmi yang juga telah diketahui secara luas oleh publik melalui media massa.

Seperti diketahui, Demokrat kembali membuka pendaftaran bakal Cagub yang sebenarnya sudah ditutup beberapa waktu lalu.

• Baca: Bantah ‘Boneka’ Gus Ipul, La Nyalla Yakin Gantikan Soekarwo

Menurut ketua umum Kadin Jatim tersebut, perubahan jadwal ini patut disesalkan karena tanpa pemberitahuan kepada calon yang sebelumnya sudah mendaftar secara sungguh-sungguh.

“Itu menyalahi fatsun politik yang seharusnya dipahami elite partai. Publik diberi suguhan manuver politik yang tidak elok,” tambahnya.

Bagi La Nyalla, proses politik bukan soal menang-kalah atau kuat-lemah dalam konteks kekuasaan. Tapi seyogianya proses yang ditunjukkan para elite partai bisa menunjukkan cara berdemokrasi yang beradab. Publik saat ini membutuhkan keteladanan dari elite dan institusi politik.

“Untuk itu, dengan kesadaran penuh berlandaskan akal sehat dan tanggung jawab serta komitmen saya untuk masyarakat Jatim, saya mundur dari pendaftaran pencalonan gubernur Jatim dari Partai Demokrat,” tandasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -