Jawa Timur Butuh Emil, Dia ‘Orang Infrastruktur’

EMIL ORANG INFRASTUKTUR: Mantan Deputi Sarpras Bappenas, Dedy Supriadi Priatna, Jatim butuh Emil Dardak karena "orang infrastruktur". | Foto: Ist
EMIL ORANG INFRASTUKTUR: Mantan Deputi Sarpras Bappenas, Dedy Supriadi Priatna, Jatim butuh Emil Dardak karena “orang infrastruktur”. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Jawa Timur beruntung memiliki Emil Elestianto Dardak. Apalagi jika bupati non aktif Trenggalek itu bersama Khofifah Indar Parawansa terpilih memimpin provinsi dengan penduduk hampir 40 juta tersebut.

“Sosok Mas Emil dibutuhkan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur. Saya tidak ngecap, ini pengalaman saya dan banyak teman yang pernah berinteraksi langsung dengannya,” ujar mantan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dedy Supriadi Priatna saat dihubungi wartawan, Senin (7/5).

Dedy yang berjibaku di Bappenas hingga 30 tahun, lantas menceritakan bagaimana peran Emil yang kerap dimintanya menjadi konsultan.

• Baca: Kembangkan Wisata Religi, Emil Rancang Sarana Penunjang

Salah satunya, ketika pemerintah berencana membangun proyek Umbulan yang terkendala selama 30 tahun-an sejak 1970 karena faktor pemerintah minim dana. Solusinya harus melibatkan swasta. Lalu munculah istilah public private partnership atau kerja sama pemerintah dengan badan usaha.

Sebagai orang kepercayaan Bank Dunia yang sering diminta memberi advice, terutama terkait pengembangan infrastruktur, Emil yang saat itu bersama pihak Kementerian Keuangan  (Kemenkeu) menemukan solusi berupa pembiayaan infrastruktur jangka panjang hingga 20 sampai 30 tahun.

Kemudian berdirilah sebuah badan usaha milik negara di bawah Kemenkeu dengan nama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI/Persero) dan Emil ditunjukkan sebagai presiden direktur.

”Jawa Timur membutuhkan Mas Emil Dardak. Dia orang infrastruktur.”

”Ini lembaga pertama kali di Indonesia, bisa tanya sama Ibu Sri Mulyani Indrawati (Menkeu saat ini),” tegas Dedy yang menjadi Deputi Sapras di masa Ketua Bappenas Adrianov Chaniago.

Namun keberadaan PT SMI — meski menjadi solusi mendasar — ternyata dianggap belum cukup, sebab pelaksana proyek masih membutuhkan penjaminan dari pemerintah. Proyek yang dikerjakan benar-benar dijamin pembiayaan serta keamanannya hingga tuntas.

”Dari sini lalu muncul solusi berdirinya lembaga baru yakni PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII),” terang Dedy.

• Baca: Emil Ajak Milenial Pacitan Bangun Kawasan Selatan

Nah, berdirinya lembaga ini juga tidak terlepas dari sentuhan ‘tangan dingin’ Emil dan pihak Kemenkeu. Di PT PII Emil didapuk dengan jabatan mentereng sebagai Vice President at Indonesia Infrastructure Guarantee Fund.

”Kita semua bisa bayangkan, bagaimana peran dan jasa Mas Emil Dardak untuk infrastruktur di Indonesia,” katanya.

Terkait pencalonan Emil sebagai Cawagub Jatim, Dedy secara pribadi menyebutnya sudah tepat. ”Jawa Timur membutuhkan Mas Emil Dardak. Dia orang infrastruktur,” tandasnya.