Jaga Harga di Pasar Tradisional, Khofifah Siapkan Warehouse

BLUSUKAN KE PASAR: Cagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa blusukan di Pasar Taman Sepanjang, Sidoarjo, Rabu (28/2) pagi. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
BLUSUKAN KE PASAR: Cagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa blusukan di Pasar Taman Sepanjang, Sidoarjo, Rabu (28/2) pagi. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Bagi Cagub Khofifah Indar Parawansa, problem di pasar tradisional tak sebatas becek, aroma tak sedap atau suasana tak convenience. Lebih dari itu, harga barang yang dijual juga harus terjaga agar tetap kompetitif, terlebih di tengah gempuran pasar modern.

Salah satu yang disiapkan Khofifah jika terpilih menjadi gubernur Jatim, yakni menyiapkan warehouse (gudang). “Warehouse dibutuhkan supaya harga yang dijual di pasar tradisional lebih kompetitif,” katanya usai blusukan di Pasar Taman Sepanjang, Sidoarjo, Rabu (28/2) pagi ini.

Model seperti ini, tandas Khofifah,  mirip dengan yang dipakai pasar induk. Bedanya kalau pasar induk membutuhkan cold storage supaya buah-buahan tak cepat membusuk. “Kalau pasar tradisional saya rasa butuh warehouse,” tandasnya.

• Baca: Duh! Jatim Belum Tersentuh Program Revitalisasi 1000 Pasar

Dalam satu minggu ini, Khofifah memang cukup rajin blusukan ke pasar tradisional untuk menyapa pedagang dan pembeli. Seperti biasa, kehadiran Cagub nomor urut 1 itu disambut antusias sekaligus menjadi ajang untuk berebut salaman maupun selfie.

Terkait kehadirannya di pasar tradisional, rupanya Khofifah punya alasan khusus selain untuk navigasi program. Apa itu? Dia merasakan mendapat banyak semangat dan doa dari orang-orang yang tidak dikenalnya secara pribadi.

“Semangat dan doa itu luar biasa, karena terucap dari mereka yang saya tidak mengenal secara pribadi, kerena mereka bisanya mengenal saya melalui media. Tapi rupanya saya bersapa dan hati itu langsung melekat,” paparnya.

Selain semangat dan doa, Khofifah juga mendapat banyak aspirasi yang ternyata tidak berubah dari pasar tradisional satu ke yang lainnya. “Aspirasi mereka begitu natural dan tidak neko-neko (minta macam-macam),” katanya.

PASAR BASAH: Cagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa mendatangi stand ikan di Pasar Taman Sepanjang, Sidoarjo, Rabu (28/2) pagi. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
PASAR BASAH: Cagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa mendatangi stand ikan di Pasar Taman Sepanjang, Sidoarjo, Rabu (28/2) pagi. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

“Mereka mereka hanya minta tolong jangan digusur, minta agar dilindungi dan seterusnya. Itu kan sesuatu yang tidak neko-neko dan yang harus banyak kita dengar. Bagi saya seeing is believing. Kita melihat langsung, maka kita akan percaya bahwa sesuatu itu benar adanya.”

Menurut Khofifah, kalau ingin melindungi pasar tradisional salah satunya harus diciptakan suasana yang nyaman dan sehat karena pada dasarnya itu hal pokok yang dibutuhkan pedagang maupun pembeli.

• Baca: Muslimat NU Bojonegoro Satu Suara: Menangkan Khofifah!

“Mereka kan enggak menuntut AC. Baik yang berjualan dan membeli hanya ingin sama-sama merasakan convenience (kenyamanan). Bagaimana pasarnya tidak becek, aromanya bisa dikurangi supaya sama-sama merasakan suasana sehat,” paparnya.

Nah, untuk membantu mengurangi aroma dan tak convenience karena becak — terutama di sektor basah yang menjual sayur, ikan, ayam maupun daging — mantan Menteri Sosial itu akan melakukan semacam pavingisasi serta memperbanyak sikulasi udara di kanan kiri.