Duh! Jatim Belum Tersentuh Program Revitalisasi 1000 Pasar

BUTUH REVITALISASI: Salah satu sudut Pasar Pabean Surabaya. Belum tersentuh program revitalisasi 1.000 Pasar tradisional. | Foto: Ist
BUTUH REVITALISASI: Salah satu sudut Pasar Pabean Surabaya. Belum tersentuh program revitalisasi 1.000 Pasar tradisional. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kondisi sejumlah pasar tradisional di Jawa Timur cukup memprihatinkan, salah satunya Pasar Pabean Surabaya. Namun hingga kini belum tersentuh program Revitalisasi 1.000 Pasar yang diluncurkan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi VI DPR RI, Bambang Haryo Soekartono saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pasar tradisional di Surabaya, Rabu (27/12).

“Saya melihat infrastruktur sangat minim. Kita punya program 1.000 pasar untuk satu tahun atau 5.000 pasar untuk lima tahun. Tapi dari Jatim masih belum mendapat kucuran dana untuk revitalisasi pasar,” ungkapnya.

• Baca: Tak Ada Koordinasi di Pemkot Surabaya, Proyek JLLB Mandek!

Politikus Partai Gerindra ini merinci, kalau misalnya di Jatim ada sekitar 42 juta rakyat atau 1/5 dari sekitar 250 juta lebih penduduk Indonesia, maka seharusnya mendapat jatah 200 pasar dari program 1.000 pasar.

Khusus untuk Surabaya-Sidoarjo, lajutnya, mestinya mendapat 40 pasar. Dengan catatan, jika pemerintah daerah setempat tidak memiliki anggaran untuk merevitalisasi pasar-pasar tradisional di daerahnya, maka bisa mengajukan ke pemerintah pusat.

“Lha ini tidak ngucur sama sekali. Ini yang akan saya dorong. Tahun depan (program 1.000 pasar) harus masuk Jawa Timur, masuk juga ke Surabaya-Sidoarjo minimal 30 pasar, Jawa Timur minimal 200 pasar,” tandasnya.

• Baca: Ansor Surabaya: Risma Lebih Peduli Taman Ketimbang Masjid

Bambang melihat, sejumlah pasar induk di Kota Pahlawan, salah satunya Pabean, infrastrukturnya sangat memprihatinkan karena itu berhak mendapat kucuran dana dari program revitalisasi pasar.

“Saya melihat infrastruktur di Pabean ini sangat darurat. Banyak sekali saluran-saluran got yang buntu, sehingga kalau hujan sering banjir selutut,” tandasnya.

Dari sisi kenyamanan juga sangat tidak nyaman. “Padahal pasar ini merupakan pasar induk yang harusnya dibuat nyaman agar masyarakat mau belanja ke pasar,” tambahnya.