Islah! Senin, GP Ansor Cabut Laporan di Polres Lamongan

JAGA PERSATUAN: Ustadz MN bersama pengurus MUI, Muhammadiyah, Ansor, Banser dan Forkopimcam saat islah terkait khotbah shalat Jumat yang dinilai provokatif. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
JAGA PERSATUAN: Ustadz MN bersama pengurus Ormas Islam dan Forkopimcam saat islah terkait khotbah shalat Jumat provokatif. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Setelah Ustadz MN mencapai islah dengan PAC GP Ansor Paciran yang difasilitasi Forkopimcam, Ketua GP Ansor Lamongan, Masyhur menegaskan pihaknya akan segera mencabut laporan di Polres Lamongan.

“Besok Senin, laporannya akan kita cabut,” kata Ketua GP Anshor Lamongan, Masyhur saat dihubungi Barometerjatim.com, Sabtu (13/10).

Masyhur juga memastikan, setelah dicabut persoalan dinyatakan selesai dan tidak ada lagi tuntutan dari pihak lain. “Insyaallah tidak ada tuntutan dari lainnya. Kami juga ingin menjaga agar kondisi tetap kondusif,” tandasnya.

• Baca: Akhirnya, Banser dan Khatib Shalat Jumat Provokatif Islah!

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Paciran, KH Salim Azhar berpesan, agar mendapatkan kedamaian di mata Allah Swt maka sesama umat Islam harus hidup rukun, damai dan saling menghormati.

“Orang-orang mukmin itu bersaudara. Jadi jangan sampai meremehkan yang lain, karena belum tentu yang meremehkan itu lebih baik dari yang diremehkan,” pesan kiai yang juga Rais Syuriyah PCNU Lamongan tersebut.

SELESAI: Surat pernyataan permintaan maaf yang ditandatangani Ustadz MN terkait khotbah shalat Jumat yang dinilai provokatif. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
SELESAI: Surat pernyataan permintaan maaf yang ditandatangani Ustadz MN terkait khotbah shalat Jumat yang dinilai provokatif. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

Hal senada disampaikan KH Abdul Hakam Mubarok, salah seorang pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan yang ikut hadir dalam mediasi.

Dia menyampaikan agar umat Islam tetap bersatu, sehingga apa yang menjadi keinginan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat terwujud. “NKRI adalah perjuangan umat Islam yaitu NU dan Muhammadiyah,” katanya.

• Baca: Banser Lamongan Laporkan Khatib Shalat Jumat Provokatif

“Karena itu, NU dan Muhammadiyah tidak bisa dipisahkan. Kalau sampai NU dan Muhammadiyah berperang, Indonesia bisa hancur,” tambah pengasuh Ponpes Karangasem, Paciran, Lamongan itu.