Dukung Gus Ipul, Gus Fahrur Tetap Doakan Emil Jadi Wagub

DENGAN DENGAN SEMUA KALANGAN: Gus Fahrur (kanan) saat foto bareng musisi yang juga anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Anang Hermansyah. | Foto: Ist/Youtube
DEKAT DENGAN SEMUA KALANGAN: Gus Fahrur (kanan) saat foto bareng musisi yang juga anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Anang Hermansyah. | Foto: Ist/Youtube

SURABAYA, Barometerjatim.com – Statement Sekjen DPP PKB, Abdul Kadir Karding yang menyebut para kiai bisa “kehilangan muka” kalau Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno kalah di Pilgub Jatim 2018, berbuntut panjang.

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Choirul Anam (Cak Anam) yang angkat bicara mengomentari statement Karding, balik dikomentari Ketua Ikatan Gus-Gus Indonesia (IGGI) KH Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur yang selama ini getol mendukung Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Tapi begitulah politik, meski ‘habis-habisan’ mendukung Gus Ipul, selama ini Gus Fahrur tetap berusaha dekat semua pihak, termasuk mendoakan Cawagub rival Gus Ipul, Emil Elestianto Dardak agar terpilih menjadi wakil gubernur Jatim. Kok?

• Baca: Cak Anam: PKB-Ipul Cuma Manfaatkan Kiai di Pilgub Jatim

Mari melawan lupa! Rabu malam, 31 Januari 2018, di Masjid Al Kabar Surabaya. Saat itu malam Gerhana Bulan Total (Super Blue Blood Moon). Usai shalat gerhana (khusuf) Gus Fahrur terlihat mengantar Gus Ipul ke mobilnya untuk perjalanan pulang.

Usai mengantar, beberapa saat kemudian pengasuh Ponpes Annur 1 Bululawang, Malang tersebut balik lagi ke masjid untuk mendatangi Emil yang saat itu masih ngobrol dengan awak media setelah sesi wawancara.

Rupanya, kedatangan Gus Fahrur untuk minta foto keakraban dengan Emil. Sembari menepuk bahu Emil, dia bilang, “Wis talah (Sudahlah), sukses-sukses! Saya doakan sampeyan sukses, meski saya ada di sebelah sana (mendukung Gus Ipul),” katanya sambil mengangkat jempol dan berlalu.

• Baca: Kritik Sekjen PKB, Gus Hans: Kiai Bukan Objek Taruhan Politik

Didoakan demikian, Emil yang didampingi istrinya, Arumi Bachin — sambil menunjukkan sikap tawadhu’ seorang santri kepada kiai — hanya berujar lirih, “Amin.. amin.. amin Gus! Terima kasih Gus!” katanya.

Moment singkat tersebut disaksikan sejumlah wartawan yang sejak sore memang stand by di Masjid Al Akbar. Terlebih waktu itu Arumi menjadi ‘purnama’ di tengah lautan jamaah yang datang untuk nobar gerhana bulan total dan shalat khusuf.

Kehadirannya Arumi membuat jamaah, terutama ibu-ibu, berebut salaman dan minta foto bersama. Lagi pula, untuk bisa melihat gerhana bulan lewat teropong cukup terbatas, karena itu sejumlah jamaah lebih memilih asyik foto bareng Arumi.