Hendak Dipolisikan, Dalih Gaptek, Halim Minta Maaf

TAK BERMAKSUD MENYUDUTKAN: Halim Iskandar, minta maaf soal pamflet hoax yang bernuansa menyudutkan Khofifah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
TAK BERMAKSUD MENYUDUTKAN: Halim Iskandar, minta maaf soal pamflet hoax yang bernuansa menyudutkan Khofifah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar angkat bicara terkait pamflet bernuansa menyudutkan bakal Cagub Khofifah Indar Parawansa yang disebarnya di grup WhatsApp (WA) Jatim Makmur.

Ini sekaligus respons atas rencana salah seorang yang mengaku pendukung bakal paslon Khofifah-Emil Dardak, Aan Ainur Rofik yang berencana melaporkannya ke Polda Jatim atas dugaan kampanye hitam dengan menyebar pamflet hoax.

Menurut Halim, apa yang terjadi bukan kesengajaan, tapi lebih karena dirinya gagap teknologi (gaptek). Dia bahkan menulis permintaan maaf secara terbuka.

• Baca: Diduga Kampanye Hitam, Ketua PKB Jatim Akan Dipolisikan

“Atas kegaptekan saya, saya minta maaf ya pada semua anggota grup,” tulis Halim di grup WA Jatim Makmur sambil meng-capture percakapan terkait pamflet yang disebarnya pada 14 Januari.

Pada postingan di grup, dia mengaku sebetulnya ingin menyampaikan kalau pamflet itu hoax. Tapi karena mengaku gaptek, yang muncul hanya postingan pamflet tanpa disertai caption “hoax”.

Kata hoax baru dimunculkan setelah banyak komentar di bawah pamflet. “Itu maksudku. Tapi karena gaptek ya enggak muncul tulisan hoax-nya,” tulis Halim waktu itu, yang dimunculkan kembali di grup Jatim Makmur malam ini.

• Baca: Muslimat NU Doakan Pelaku ‘Kampanye Hitam’ Dapat Hidayah

Selebihnya, Halim menegaskan sama sekali tidak ada niat untuk menyudutkan Khofifah. “Bu Khofifah itu kader NU, saya kader NU. Masak membikin ketidaknyamanan sesama kader NU. Jadi tidak ada dasar apapaun. Hanya meluruskan (salah anggota anggota grup yang juga menyebar pamflet) bahwa itu hoax,” jelasnya.

Sebelumnya, Aan mengaku akan melaporkan Halim ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Jatim dan Polda Jawa Timur, Jumat (19/1) besok, terkait pamflet yang diunggahnya di media sosial. Pamflet itu berisi informasi aksi yang akan digelar Aliansi Mahasiswa DKI Jakarta.

“Menurut saya itu adalah kampanye hitam atau pemberitaan yang menyesatkan. Maka saya berinisiatif melaporkan ini,” kata Aan.