Harga Kebutuhan Pokok di Surabaya- Malang Masih Tinggi

HARGA CABAI MASIH 'PEDAS': Harga cabai mulai turun namun masih tinggi, terutama di sejumlah pasar di Surabaya dan Malang. | Foto: Ist
HARGA CABAI MASIH ‘PEDAS’: Harga cabai mulai turun namun masih tinggi, terutama di sejumlah pasar di Surabaya dan Malang. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Imbas Natal dan Tahun Baru, harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah di Jatim belum stabil di awal 2018 ini. Malang dan Surabaya menjadi perhatian, karena di dua daerah tersebut terjadi kenaikan cukup signifikan akibat permintaan kebutuhan pokok yang cukup tinggi.

Meski demikian, Kepala Disperindag Jatim M Ardi Prasetyawan menegaskan kalau stok kebutuhan bahan pokok masih aman. “Memang ada tekanan kebutuhan masyarakat menghadapi Natal dan Tahun Baru kemarin sehingga permintaan meningkat. Tapi bahan kebutuhan pokok sebenarnya sangat stabil, jadi pasokan cukup,” ujarnya, Senin (15/1).

Naiknya harga bahan pokok ini sempat memicu inflasi sebesar 0,53 persen pada akhir tahun lalu. Hal tersebut menjadi perhatian Pemprov Jatim untuk segera menyetabilkannya di awal tahun ini.

• Baca: Duh! Jatim Belum Tersentuh Program Revitalisasi 1000 Pasar

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melakukan operasi pasar (OP) hasil kerjasama dengan Bulog. Tujuannya menekan harga pangan agar bisa stabil. Selain beras, telor menjadi kosentrasi dalam menyetabilkan harga kebutuhan pangan. “Telur harus disetabilkan baik pasokan maupun stoknya agar jangan sampai over,” katanya.

Hal tersebut sempat terjadi pada September hingga November tahun lalu. Lantaran stok kelewat banyak, menyebabkan harga telur jatuh di angka Rp 17 ribu. Padahal biaya produksinya Rp 22 ribu, membuat peternak banyak yang protes agar pemerintah menurunkannya.

“Sekarang harga telur di pasaran sudah mencapai Rp 23 ribu, tapi di Surabaya dan Malang masih Rp 24-25 ribu. Rencananya akan kami gelontor telur, ambil di Blitar menjual ke Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog dan e-warung,” urainya.

• Baca: Belajar dari Jatim, Pemerintah Harus Perhatikan UMKM

Sedangkan untuk harga cabai, menurut Ardi mulai stabil. Dari sebelumnya saat sidak akhir bulan lalu di Madiun harganya mencapai Rp 45 ribu, kini turun menjadi Rp 32 ribu. Harga tersebut memang belum pada posisi stabil, namun turun dibanding saat pergantian tahun.

“Sudah turun lagi (cabai). Tapi sebenarnya yang stabil di harga Rp 20-25 ribu. Biaya produksi cabai itu kan Rp 15-16 ribu, jadi kami berusaha untuk bisa turun,” tandasnya.