Halim Sentil Balik PDIP: PKB Tak Manfaatkan Pilgub untuk Pileg

SALING TEPIS: Halim Iskandar (kanan) tepis tudingan Sri Untari yang menyebut PKB masih setengah hati dalam memenangkan Gus Ipul-Puti. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
SENTIL BALIK: Halim Iskandar (kanan) tepis tudingan Sri Untari yang menyebut PKB masih setengah hati dalam memenangkan Gus Ipul-Puti. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Setelah Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad menyebut partainya tidak bekerja untuk PDIP di Pilgub Jatim 2018, kini giliran Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar angkat bicara.

Sama dengan Sadad. Halim juga menepis tudingan Sekretaris DPD PDIP Jatim, Sri Untari yang menyebut PKB masih setengah hati dalam memenangkan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur, menyusul elektabilitas keduanya yang disalip Khofifah-Emil Dardak versi hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) periode 11-19 April 2018.

Bagi Halim, PKB telah memaksimalkan mesin partainya untuk memenangkan pasangan calon nomor urut dua tersebut. Bahkan, Halim menggaransi kalau partainya tidak ada ’embel-embel’ untuk kepentingan Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 dalam mendukung Gus Ipul-Puti.

• Baca: Khofifah Salip Gus Ipul, PDIP: PKB Jangan Setengah-setengah

“(Fokus PKB) Pilgub, bukan Pileg. Sementara (partai) yang lain memanfaatkan ini untuk kepentingan 2019, itu bedanya!” ungkap Halim saat ditemui usai menghadiri debat kedua publik Pilgub Jatim 2018 di Gedung Dyandra Convention Center, Selasa (8/5) malam.

Hal itu dibuktikan, lanjut Halim, kader PKB dalam melakukan upaya pemenangan Gus Ipul-Puti tanpa memakai atribut partai. Cara ini dilakukan agar lebih efektif menarik simpati publik, karena tidak semua yang ‘disasar’ merupakan kader atau simpatisan PKB.

“Semua yang dikerjakan orang PKB tidak harus membawa atribut partai, karena yang ‘dijual’ figur,” ungkap tokoh yang juga menjabat ketua DPRD Jatim tersebut. “Semua kader yang turun saya larang membawa atribut. Kalau bawa atribut malah tidak bisa (maksimal).”

“(Fokus PKB) Pilgub, bukan Pileg. Sementara (partai) yang lain memanfaatkan ini untuk kepentingan 2019, itu bedanya!”

Halim mencontohkan, jika ada seseorang yang datang melakukan sosialisasi ke pemilik rumah yang kebetulan berbeda partai maka akan menghasilkan penolakan. “Orangnya baru masuk saja, pemilik rumah sudah bikin pertahanan,” katanya.

“Ini bikin pemilih menjadi defensif (karena beda partai). Ini yang tidak dipahami oleh yang lain. Ini (Pilgub) jual figur,” tandas kakak kandung Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar itu.

Saling ‘Sentil’

Sebelumnya, saat dan seusai menghadiri rilis hasil Survey SSC, 24 April 2014, Sri Untari menyebut PDIP paling maksimal dalam memenangkan Gus Ipul-Puti. Secara khusus, perempuan yang juga anggota DPRD Jatim itu bahkan meminta PKB agar tidak setengah-setengah.

“Yang saya harapkan itu adalah teman-teman PKB, jangan setengah-setengah. Baru 45 persen dukung Gus Ipul ini kan kurang gereget. Saya harapkan teman-teman PKB optimal, teman-teman Gerindra juga,” tandasnya.

• Baca: Sadad: Gerindra Tidak Bekerja untuk PDIP di Pilgub Jatim

‘Sentilan’ Sri Untari mendapat tanggapan tajam dari Gerindra. “Gerindra tidak bertanggung jawab kepada PDIP. Gerindra bekerja untuk pemenangan Gus Ipul-Puti, tidak untuk pemenangan PDIP,” kata Anwar Sadad.

“Jadi PDIP jangan over, jangan offside, enggak boleh kemudian menjadi hakim yang men-judge partai-partai,” tambahnya.