Gus Sholah: Saiful Memang Bukan Cicit Pendiri NU

LURUSKAN GUS IPUL: Gus Sholah tegaskan Gus Ipul bukan cicit pendiri NU. Jangan bawa-bawa tokoh yang sudah wafat untuk kepentingan di Pilgub Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
LURUSKAN GUS IPUL: Gus Sholah tegaskan Gus Ipul bukan cicit pendiri NU. Jangan bawa-bawa tokoh yang sudah wafat untuk kepentingan di Pilgub Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Satu lagi keluarga pendiri Nahdlatul Ulama (NU) membantah klaim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang menyebut dirinya cicit pendiri NU. Setelah putri KH Abdul Wahab Chasbullah, Nyai Machfudhoh, kali ini penegasan serupa disampaikan cucu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah).

“Saiful bukan cicit pendiri NU itu. Mbah buyut Saiful itu (KH Bisri Syansuri) mbah saya. Tokoh NU tapi bukan pendiri NU,” terang Gus Sholah di Surabaya, Senin (22/1).

Gus Sholah menjelaskan, Kiai Bisri adalah rais aam PBNU kedua setelah Kiai Wahab. “Mbah Wahab itulah yang pendiri NU dan yang mempunyai gagasan mendirikan NU,” tegasnya.

Agar fakta sejarah tidak dibelokkan, Gus Sholah meminta tidak membawa-bawa nama tokoh yang sudah wafat maupun organisasi. “Cuma kita kan enggak bisa melarang, sudah seperti ini kenyataannya (soal ‘branding’ Gus Ipul cicit pendiri NU),” tandasnya.

• Baca: Putri KH Wahab Chasbullah: Saiful Bukan Cicit Pendiri NU!

Sebelumnya, bantahan juga disampaikan Nyai Machfudhoh. “Kalau cicitnya Kiai Bisri (KH Bisri Syansuri) jelas! Tapi kalau cicitnya pendiri NU, tidak!” katanya.

Menurut Nyai Machfudhoh, Kiai Bisri diajak bergabung Kiai Wahab ketika NU sudah berdiri. “Yang merintis itu Abah (Kiai Wahab), yang deklarasikan Kiai Hasyim (Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari). Begitu sudah dideklarasikan Kiai Hasyim, baru Kiai Bisri diajak Abah untuk bergabung,” jelasnya.

Sejak itu Kiai Bisri diikutkan berjuang di NU hingga menjadi rais aam setelah Kiai Wahab wafat. Sebelumnya Kiai Wahab menggantikan Kiai Hasyim, namun untuk posisi rais aam bukan rais akbar karena Mbah Wahab sangat menghormati Kiai Hasyim.

• Baca: Gus Sholah: Saiful Tidak Baik, Khofifah Terbaik

Begitu pula dengan Kiai Bisri yang sangat menghormati Kiai Wahab. “Ketika Muktamar NU di Surabaya (1971) Abah sudah gerah (sakit). Muktamirin kemudian meminta Kiai Bisri menjadi rais aam namun tidak mau karena masih ada Abah. Setelah Abah meninggal seminggu usai muktamar, baru Kiai Bisri mau,” tuturnya.

Belakangan, sejak mendaftar ke KPU Jatim, branding “Saifullah Yusuf cicit pendiri NU” memang gencar dibuat ‘jualan’ Saifullah dan tim pemenangannya. Meme pun tersebar di berbagai grup aplikasi chatting.

Meme dilengkapi dengan kalimat “Bertemunya cicit pendiri NU dan cucu pendiri republik” dengan background foto Kiai Bisri dan Presiden pertama RI, Soekarno.