Putri KH Wahab Chasbullah: Saiful Bukan Cicit Pendiri NU!

BUKAN CICIT PENDIRI NU: Nyai Machfudhoh binti KH Wahab Chasbullah (kiri) tegaskan Saifullah Yusuf bukan cicit pendiri Nahdlatul Ulama. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
BUKAN CICIT PENDIRI NU: Nyai Machfudhoh binti KH Abdul Wahab Chasbullah (kiri) tegaskan Saifullah Yusuf bukan cicit pendiri Nahdlatul Ulama. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sejarah tak boleh dibuat berbalik arah, apalagi dibolak-balik demi kepentingan sesaat di Pilkada. Terkait nasab Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di jamiyah Nahdlatul Ulama (NU), misalnya, bakal Cagub yang diusung PKB, PDIP, PKS dan Gerindra itu mengklaim dirinya sebagai cicit pendiri NU.

“Mbak Puti adalah cucu langsung Proklamator Bung Karno. Saya sendiri adalah cicit langsung salah seorang pendiri NU, Mbah KH Bisri Syansuri. Lihat, betapa indah Allah membuat skenario untuk kita! Isyaratnya sangat jelas: Kita harus jaga Jawa Timur sebagai bagian sangat penting untuk menjaga Indonesia,” ujarnya kepada media, 10 Januari lalu.

Statement Saifullah ini seolah untuk ‘mencocok-cocokkan’ antara dirinya dengan nasab bakal Cawagubnya, Puti Guntur Soekarno yang merupakan cucu salah seorang Proklamator RI, Soekarno. Puti dipilih PDIP menggantikan Abdullah Azwar Anas setelah bupati Banyuwangi itu kesandung foto mesum.

• Baca: Putra Kiai Alawi Sampang: Saatnya Khofifah Pimpin Jatim

Namun klaim Saifullah itu dibantah putri KH Abdul Wahab Chasbullah, Nyai Machfudhoh. “Kalau cicitnya Kiai Bisri (KH Bisri Syansuri) jelas! Tapi kalau cicitnya pendiri NU, tidak!” katanya saat diwawancarai Barometerjatim.com usai menghadiri haul Indar Parawansa, suami Mensos Khofifah Indar Parawansa di Jalan Jemursari VIII, Wonocolo, Surabaya, Minggu (14/1) sore.

Menurut Nyai Machfudhoh, Kiai Bisri diajak bergabung Kiai Wahab ketika NU sudah berdiri. “Yang merintis itu Abah (Kiai Wahab), yang deklarasikan Kiai Hasyim (Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari). Begitu sudah dideklarasikan Kiai Hasyim, baru Kiai Bisri diajak Abah untuk bergabung,” jelasnya.

Sejak itu Kiai Bisri diikutkan berjuang di NU hingga menjadi rais aam setelah Kiai Wahab wafat. Sebelumnya Kiai Wahab menggantikan Kiai Hasyim, namun untuk posisi rais aam bukan rais akbar.

“Kalau cicitnya Kiai Bisri (KH Bisri Syansuri) jelas! Tapi kalau cicitnya pendiri NU, tidak! Yang merintis (NU) itu Abah (Kiai Wahab), yang deklarasikan Kiai Hasyim (Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari).”

“Ketika Muktamar NU di Surabaya (1971) Abah sudah gerah (sakit). Muktamirin kemudian meminta Kiai Bisri menjadi rais aam namun tidak mau karena masih ada Abah. Setelah Abah meninggal seminggu usai muktamar, baru Kiai Bisri mau,” tuturnya.

Nyai Machfudhoh menambahkan, Kiai Bisri masih terhitung pamannya sendiri karena menikah dengan adik Kiai Wahab, Nyai Chodijah. “Ceritanya Kiai Bisri itu mondok di Makkah dengan Abah. Melihat kok alim dan pintar, lalu dijodohkan dengan adik Abah, namanya Chodijah,” katanya.

• Baca: Raih Dukungan, Hemm.. Gus Ipul Sebut PKS Ingin Jaga Aswaja

Meski keluarga sendiri, tapi soal kebenaran sejarah, Nyai Machfudhoh tetap harus meluruskan kalau Saifullah Yusuf bukan cicit pendiri NU karena dalam sejarahnya pendiri NU hanya Kiai Hasyim dan Kiai Wahab.

“Dalam Muktamar NU (Nyai Machfudhoh lupa Muktamar NU ke berapa) saya dengar pernah diangkat, bahwa Kiai Bisri itu termasuk penguat-lah karena diajak Abah kesana-kemari. Tapi yang jelas dalam sejarah penggeraknya, perintisnya itu Abah dan deklarasinya Kiai Hasyim,” paparnya.

‘Jualan’ Nasab

Dalam seminggu terakhir, sejak pendaftaran Cagub-Cawagub di KPU Jatim, branding “Saifullah Yusuf cicit pendiri NU” memang gencar dibuat ‘jualan’ Saifullah dan tim pemenangannya. Apalagi calon lawannya, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak banyak didukung kiai pengasuh Ponpes besar, terutama cucu pendiri NU: KH Salahuddin Wahid alias Gus Sholah.

Menjadi tanda tanya besar, memang, Gus Sholah yang masih terhitung keluarga Saifullah malah lebih memilih Khofifah. Begitu pula Gubernur Jatim, Soekarwo yang hampir 10 tahun bersama Saifullah juga lebih cocok dengan ketua umum PP Muslimat NU tersebut.

Namun Gus Sholah enggan memberikan jawaban gamblang terkait hal itu, “Tidak usah saya jawab, semua sudah tahu mengapa saya dan Pakde Karwo tidak mendukung Saiful,” katanya saat menghadiri acara Muslimat NU Jatim di Bangkalan, beberapa waktu lalu.