Gus Aam: Ketua PWNU Jatim Tak Harus dari Pesantren

BERI KESEMPATAN KALANGAN MUDA: Gus Aam, saatnya kalangan muda NU diberi kesempatan untuk menjadi ketua PWNU Jatim. | Foto: IST
BERI KESEMPATAN KALANGAN MUDA: Gus Aam, saatnya kalangan muda NU diberi kesempatan untuk menjadi ketua PWNU Jatim. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Meski dari keluarga pesantren, Ketua PW GP Ansor Jatim, Sholahul Aam Notobuwono alias Gus Aam setuju jika ketua PWNU Jatim yang akan dipilih lewat Konferwil di Ponpes Hidayatul Mubtadiin Lirboyo, Kediri, 28-29 Juli, tidak harus dari kalangan pesantren.

Begitu pula soal kandidat, tidak harus KH Hasan Mutawakkil Alallah dan pengurus PWNU saat ini. “Kandidatnya tidak harus status quo, bisa dari kalangan pengusaha, akademisi kampus, maupun dari kelompok yang lain,” katanya saat diwawancarai Barometerjatim.com, Kamis (26/7).

Bagi Gus Aam, posisi ketua tanfidziyah hanyalah manajer. Karena itu, berkaca dari perjalanan NU, maka KH Hasan Gipo yang berlatar belakang saudagar besar diangkat menjadi ketua tanfidziyah pertama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

• Baca: Pengamat: Dipimpin Orang Itu-itu Saja, Tak Baik buat PWNU

“Karena fungsinya sebagai manajer organisasi, maka tidak ada benturan antara syuriyah dan tanfidziyah,” tandasnya.

Tokoh muda NU yang masih keluarga Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, itu juga sepakat kalau anak-anak muda NU agar diberi kesempatan untuk menjadi ketua PWNU Jatim.

“Saya kira layak anak muda memimpin PWNU Jatim. Apakah basic-nya akademik, pengusaha, apapun, tidak harus dari pesantren. Ini demi kebaikan NU ke depan,” katanya.

“NU ini terlalu besar untuk menjadi sebuah Banom dari Parpol tertentu.”

Terpenting, NU harus kembali lagi meneguhkan khitthah-nya. “Jangan menjadi Banomnya Parpol tertentu. Ini harus dijaga. NU ini terlalu besar untuk menjadi sebuah Banom dari Parpol tertentu,” tandasnya.

Saat ditanya apakah dirinya juga siap maju di bursa pemilihan ketua PWNU Jatim terkait beredarnya meme “Wis Wayahe Ketua PWNU Jatim”, sambil tersenyum Gus Aam menjelaskan, “Oh, itu mainan anak-anak (kader Ansor Jatim) saja,” sergahnya.

• Baca: Eks Bendahara PBNU: Gus Kikin Layak Ketua PWNU Jatim

“Tapi saya melihat ada semangat, mungkin dari kader muda NU agar diberi kesempatan yang sama untuk mengisi tampuk pimpinan di PWNU Jatim,” tambahnya.

Bukankah “Wis Wayahe” identik dengan tagline pasangan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018? “Ini bukan masalah yang punya jargon Wis Wayahe, saya kira yang muda sudah waktunya bisa membuktikan diri untuk bisa berkhidmat kepada NU,” tandasnya.