Gunakan Hak Pilih, Khofifah Dikawal Tiga Pensiunan Jenderal

KHOFIFAH NYOBLOS: Cagub Khofifah menggunakan hak pilihnya di TPS 16 Jemur Wonosari, Surabaya, Rabu 27/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
KHOFIFAH NYOBLOS: Cagub Khofifah menggunakan hak pilihnya di TPS 16 Jemur Wonosari, Surabaya, Rabu 27/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Cagub Jatim nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 16 di sekitar kediamannya, Jemur Wonosari, Surabaya, Rabu 27/6).

Menuju TPS, Khofifah dan yang ditemani keempat anaknya dan puluhan ibu-ibu Muslimat NU dikawal tiga purnawiran. Yakni mantan Kapolda Jatim dan Ketua PKPI Jatim, Irjen Pol (Purn) Hadiatmoko; mantan Pangdam Bukit Barisan, Jenderal TNI (Purn) Istu Hari Subagjo; serta Jenderal TNI (Purn) Mas’ud Effendi Amin.

Saat masih antre menunggu panggilan dari panitia TPS 16, Khofifah duduk berderet dengan keempat anaknya: Patimasang, Jalaluddin Mannagalli, Yusuf Mannagalli dan Ali Mannagalli.

• Baca: Isyarat Khofifah: Fajar 27 Juni Terbit Bawa Kesejahteraan

Sambil terus menebar senyum khasnya, mantan Menteri Sosial terus memegangi lengan Yusuf Mananggali yang duduk di sebelah kirinya.

Sampai pukul 10.30 WIB, panitia TPS memanggil nama Khofifah untuk segera menggunakan hak pilihnya, disusul keempat anaknya.

Di kediaman Khofifah, hadir pula sejumlah tokoh, di antaranya KH Ahmad Bagja (mantan Sekjen PBNU) serta Wasekjen DPP Partai Golkar, Sarmuji. Tampak pula Choirul Anam (salah satu tokoh NU) serta Masnuh (mantan bendahara PBNU).

• Baca: Survei SSC: Suara NU Terbelah, Lebih Banyak ke Khofifah-Emil

Para tokoh ini optimistis Khofifah-Emil yang didukungnya bakal menang mutlak. “Terakhir survei, banyak lembaga mengunggulkan Bu Khofifah. Insyaallah menang,” kata Sarmuji.

Dia juga meyakini kemenangan Khofifah-Emil tidak sampai digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Prediksi kita menang di atas 5 persen. Insyaallah tidak sampai ke MK,” tandas Caleg Dapil Jawa Timur VI  (Kediri, Tulungagung dan Blitar) itu.