Google Doodle Hari Ini: Marlene Dietrich Sang Penentang Nazi

AKTRIS PENANTANG NAZI: Aktris Marlene Dietrich menjadi tema Google doodle hari ini untuk merayakan kelahirannya, 116 tahun silam. | Ilustrasi: Google
AKTRIS PENANTANG NAZI: Aktris Marlene Dietrich menjadi tema Google doodle hari ini untuk merayakan kelahirannya, 116 tahun silam. | Ilustrasi: Google/SASHA STEINBERG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Rabu (27/12) hari ini Google menampilkan tema doodle Marlene Dietrich untuk merayakan kelahiran aktris asal Berlin, Jerman, tersebut 116 tahun silam.

Gambar Marlene diilustrasikan seniman Sasha Steinberg alias Sasha Velour yang menampilkan kiprahnya dalam menundukkan gender dengan tuksedo dan topi top — simbol penantang citra feminisme.

“Dia, asli liar!” kata Steinberg mengenai sosok yang menginspirasinya membuat Google doodle. “Terlepas dari tekanan saat itu, dia mengikuti jalannya sendiri, terutama dalam hal politik dan gender. Sebagai seorang drag queen, itu sangat mengilhami saya.”

***

Terlahir dengan nama lengkap Marie Magdalene Dietrich, Dietrich meniti jalan panjang untuk karir aktingnya. Karirnya bermula saat membintangi film bisu pada 1920 di Berlin.

Setahun kemudian, karirnya kian melejit saat membintangi ‘Lola-lola’ untuk film bersuara pertama berjudul Der Blau Engel.

Dietrich kemudian mengantongi kontrak untuk Paramount Picture dan membintangi sejmlah judul film kenamaan Hollywood seperti Morocco, Shanghai Express, Desire, dan The Devil is a Woman. Di masanya, dia termasuk salah satu aktris dengan bayaran tertinggi.

• Baca: Tiga Wanita “Super” dengan Guru yang “Bener”

Dietrich seakan menantang citra feminisme saat berperan sebagai pemain kabaret untuk film Marocco. Kala itu, dia mengenakan kostum tuxedo dan top hat yang kemudian diadopsi menjadi doodle oleh Steinberg.

“Terlepas dari tekanan saat itu, dia mengikuti jalannya sendiri, terutama dalam hal politik dan gender. Sebagai pelakon, dia memiliki kekuatan dalam setiap perannya dia misterius dan kuat, cemerlang,” ungkap Steinberg.

Film Morocco yang dianggap provokatif di eranya sekaligus mengantarkan Dietrich sebagai satu-satunya nominator Academy Award di 1930.

MISTERIUS DAN CEMERLANG: Marlene Dietrich, memiliki kekuatan dalam setiap perannya: Misterius, kuat dan cemerlang. | Foto: The Guardian
MISTERIUS DAN CEMERLANG: Marlene Dietrich, memiliki kekuatan dalam setiap perannya: Misterius, kuat dan cemerlang. | Foto: The Guardian

Di tengah gejolak Perang Dunia II, Dietrich menentang Partai Nazi dan upaya pimpinan rezim Adolf Hitler yang menawarkannya untuk kembali berkarir di Jerman. Dietrich bahkan terlibat dalam upaya propaganda anti-Nazi sehingga berimbas pada pelarangan edar film-filmnya di Jerman.

Karirnya di dunia hiburan berakhir pada 29 September 1975 ketika dia harus menderita patah tulang paha saat tampil di Sydney, Australia. Penampilan terkhair Marlene Dietrich di depan kamera sebagai cameo untuk film Gigolo pada 1979.

• Baca: Dua Julukan Keramat Kiai Wahab dari Mbah Hasyim

Dietrich meninggal dunia pada usia 90 di sebuah flat di Paris, Prancis, 6 Mei 1992. Prosesi pemakaman Dietrich dihadiri sekitar 1.500 orang, termasuk duta besar dari Jerman, Rusia, Amerika Serikat dan Inggris.

Sesuai permintaannya sebelum meninggal dunia, Dietrich dimakamkan di Berlin agar lebih dekat dengan keluarga.