‘Gerbong’ Khofifah: Maaf Pak Machfud! Kami Fokus di JKSN

FOKUS DI JKSN: Kiai Asep (kanan) dan Haji Masnuh (kiri), tolak masuk TKD Jokowi-Ma'ruf di Jatim dan pilih fokus di JKSN. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
FOKUS DI JKSN: Kiai Asep (kanan) dan Haji Masnuh (kiri), tolak masuk TKD Jokowi-Ma’ruf di Jatim dan pilih fokus di JKSN. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tak hanya Khofifah Indar Parawansa. Sejumlah pendukungnya yang namanya ‘dicomot’ masuk ke Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Jatim, juga memilih mundur teratur dari tim yang dikomandani mantan Kapolda Jatim, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin tersebut.

“Saya sampikan terima kasih kepada mereka yang telah cantumkan nama saya. Tapi mohon maaf, saya memang tak dihubungi terlebih dahulu. Tapi bukan itu, karena saya akan fokus di JKSN dan saya juga harus jadi motornya,” kata Penasihat Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) KH Asep Saifuddin Chalim, Jumat (21/9).

Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Surabaya dan Mojokerto ini mengaku tidak ingin konsentrasinya terbagi, ketika akan menggerakkan jaringannya yang terdiri dari kiai dan santri se-Indonesia dalam memenangkan Jokowi-Ma’ruf.

• Baca: ‘Kado’ 44 Juta Suara dari Khofifah-Kiai Asep untuk Jokowi

“Bagaimana kalau kemudian saya hanya tercantum sebagai nama saja (di TKD Jatim) dan kemudian saya tidak berbuat?” katanya, sembari menambahkan dirinya tidak biasa untuk tidak melakukan apapun ketika terlibat dalam sebuah pekerjaan besar.

“Saya tidak pernah membiasakan seperti itu (pasif). Misalkan, saya tercantum di situ (TKD Jatim), maka saya harus aktif dan Kalau di sini (JKSN) insyaallah saya akan memelopori untuk bagaimana bisa efektif mewujudkan keberhasilan.”

Lantaran tujuannya sama, memenangkan Jokowi-Kiai Ma’ruf, Kiai Asep mengajak Machfud dan timnya senergi dengan JKSN. “Saya biar di sini saja, tidak di TKD. Saya mohon maaf kapada ketuanya, mantan Kapolda Jatim Pak Machfud, saya sampaikan terima kasih,” tambah Kiai Asep.

Ikut Langkah Khofifah

Hal senada disampaikan Haji Masnuh, yang mengaku tidak pernah dihubungi sama sekali saat namanya dimasukkan dalam struktur TKD Jokowi-Ma’ruf Jatim.

“Diajak rapat pun tidak. Kelihatannya itu cuma dicatat terus diviralkan begitu saja. Saya sempat kaget juga,” katanya.

“Saya mohon maaf kalau saya mengundurkan diri dari susunan tim TKD itu. Saya harus bergabung (JKSN) karena saya tim yang mengikuti jejak Pilgub yang kemarin.”

• Baca: Kiai Asep: Calon yang Didukung NU Struktural Sering Kalah!

Tapi tidak ada salahnya, lanjut mantan bendahara PBNU itu, kalau dirinya berterima kasih kepada yang mencatatkan namanya dalam struktur TKD Jokowi Ma’ruf. “Cuma sedianya tidak seperti itu, kalau ngajak ya mestinya dikandani disek (diberitahu dulu),” tegasnya.

Seperti diketahui, Kiai Asep dan Haji Masnuh adalah tim inti dalam pemenangan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018 lalu. Namun tiba-tiba namanya dimasukkan dalam tim TKD yang diumumkan di kantor DPD PDIP Jatim, Rabu (19/9) malam.

Di struktur TKD Jokowi-Ma’ruf Jatim, Kiai Asep didapuk sebagai Dewan Penasihat bersama Khofifah dan beberapa nama tokoh lain. Sedangkan Masnuh masuk sebagai salah satu wakil bendahara.

» Baca Berita Terkait Pilpres 2019, Haji Masnuh, JKSN