Rabu, 07 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Fahri: KPK Instrumen Rebut Tiket Golkar di Pilpres 2019

Berita Terkait

REFLEKSI HARI PAHLAWAN: Fahri Hamzah mengisi acara Pawai Kebangsaan Refleksi Hari Pahlawan di Surabaya, Jumat (10/11) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ENEF MADURY
REFLEKSI HARI PAHLAWAN: Fahri Hamzah mengisi acara Pawai Kebangsaan Refleksi Hari Pahlawan di Surabaya, Jumat (10/11) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ENEF MADURY
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menyebut upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Ketua DPR, Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka korupsi dalam proyek e-KTP merupakan ‘permainan politik’ jelang Pilpres 2019.

“Saya kira ini permainan merebut kursi atau tiket Golkar pada Pilpres 2019. Saya kira KPK jadi instrumen dengan menekan Novanto melepas tiketnya itu,” kata Fahri seusai mengisi acara Pawai Kebangsaan Refleksi Hari Pahlawan di Surabaya, Jumat (10/11) malam.

Menurut Fahri, KPK tengah berpolitik atau dipakai orang maupun kelompok tertentu untuk merebut tiket Golkar 14,7 persen pada Pemilu 2019. “Seharusnya tiket politik tersebut sudah dipegang oleh pihak berkepentingan. Dan tiket itu yang besar di antaranya ada di Golkar,” tandasnya.

• Baca: Fahri Hamzah Sebut 28 Orang Otak OTT KPK

Seperti diberitakan, KPK menetapkan Setnov sebagai tersangka kembali dalam kasus korupsi e-KTP. Dia sempat lepas dari jeratan hukum serupa setelah menang praperadilan beberapa waktu lalu. Setnov dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menyebut Setnov selaku anggota DPR periode 2009-2014 bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus, Irman, Sugiharto dan kawan-kawan diduga  mengakibatkan kerugian negara sekurang-kurangnya Rp 2,3 triliun.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -