Senin, 23 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Eri Cahyadi Turunkan 4 Ribu Angka Stunting, Hanya dalam 3 Bulan!

Berita Terkait

 CETAK GENERASI EMAS: Eri Cahyadi saat peringatan Hari Gizi Nasional di Halaman Taman Surya. | Foto: Barometerjatim.com/IST

CETAK GENERASI EMAS: Eri Cahyadi saat peringatan Hari Gizi Nasional di Halaman Taman Surya. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Angka stunting di Surabaya turun drastis. Hanya dalam tiga bulan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berhasil menurunkan 4.070 dari semula 5.727 kini menjadi 1.657.

Penurunan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina di sela peringatan Hari Gizi Nasional di Halaman Taman Surya, Rabu (26/1/2022).

Menurutnya, data pada Oktober 2021 angka stunting di Surabaya total 5.727 anak balita. Tidak sampai akhir 2021, jumlah stunting mampu diatasi hingga turun menjadi 1.785.

“Dari data 1.785 di 31 Desember 2021 kemarin kita sudah turunkan menjadi 1.657, kemudian ada penurunan sekitar 128. Ini akan kita ikuti perkembangannya sampai 31 Januari,” katanya.

Hingga kini, lanjut Nanik, pihaknya juga terus mengupayakan stunting di Surabaya bisa nol kasus dalam tiga bulan ke depan. Cara yang dilakukan yakni pendekatan dan penyuluhan ke masyarakat bersama kader kesehatan, karena penanganan stunting lebih kompleks.

“Karena untuk menurunkan ini (stunting) kan tidak bisa cepat, kita terus upayakan agar tercapai nol kasus,” ujarnya.

Bangun Generasi Muda

Sementara itu dalam peringatan Hari Gizi Nasional di Halaman Taman Surya, Pemkot Surabaya menggelar Gebyar Lomba Bersama Wujudkan ‘Surabaya Emas’ (Eliminasi Masalah Stunting).

Dalam kesempatan tersebut, Eri dan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji hadir untuk memberikan semangat kepada 308 peserta balita berisiko stunting di Kota Pahlawan.

Menurut Eri, Surabaya akan menjadi kota hebat ketika generasi mudanya sehat dan terbebas dari stunting. Dengan adanya lomba Surabaya Emas, diharapkan bisa dijadikan sarana lompatan untuk ibu-ibu dalam memperhatikan gizi balitanya.

“Saya tidak akan pernah membangun suatu yang monumental di Surabaya, tapi yang saya bangun adalah generasi mudanya. Ini sudah menjadi tugas saya dan Pak Armuji ke depannya,” kata Eri di hadapan ibu-ibu balita yang hadir.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jatim, Sjamsul Arief mengapresiasi kegiatan Surabaya Emas yang digagas Pemkot Surabaya. Menurutnya, lomba ini merupakan langkah awal untuk mengentaskan masalah stunting.

Sjamsul menjelaskan, agar tidak ada lagi stunting di Surabaya, maka yang harus dilakukan Pemkot adalah melakukan pendataan secara akurat. Mulai dari data kelahiran hingga anak yang berusia kurang dari enam bulan.

“Karena masalah stunting itu timbul berawal dari anak berusia enam bulan. Setelah itu, diikuti perkembangannya seperti apa oleh setiap kader kesehatan dan PKK,” katanya.

» Baca berita terkait Stunting. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -