Selasa, 04 Oktober 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Eri Cahyadi Ajak Demonstran Bershalawat, Demo Tolak Kenaikan BBM di Surabaya Berjalan Adem!

Berita Terkait

LESEHAN: Eri Cahyadi temui demonstran yang menolak kenaikan harga BBM. | Foto: Barometerjatim.com/IST
LESEHAN: Eri Cahyadi temui demonstran yang menolak kenaikan harga BBM. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi disambut penolakan di berbagai daerah. Di Surabaya, ratusan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar demonstrasi di depan balai kota, Kamis (8/9/2022).

“Kami di sini hadir untuk menuntut dan menolak atas kenaikan BBM. Efek kenaikan BBM ini sangat luar biasa berdampak kepada masyarakat,” kata seorang demonstran saat menyampaikan orasi.

Usai sekitar 25 menit bergantian menyampaikan orasi, demonstran ditemui Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono. Mereka kemudian duduk lesehan bersama di pintu masuk sisi selatan halaman balai kota.

Diiringi rintikan air hujan, satu per satu perwakilan demonstran menyampaikan aspirasinya kepada pucuk pimpinan pemerintah kota (Pemkot) dan DPRD Surabaya. Suasana pun tampak gayeng dan adem, tatkala Eri juga mengajak demonstran berbarengan membacakan shalawat thibbil qulub dan lagu syubbanul wathon.

Di akhir aksi, perwakilan mahasiswa menyerahkan surat tuntutan untuk ditandatangani bersama dengan wali kota dan Ketua DPRD Surabaya. Selanjutnya surat diteruskan Pemkot ke pemerintah pusat.

Selepas menemui demonstran, Eri mengatakan bahwa salah satu tuntutan yang disampaikan yakni soal kenaikan tarif BBM. Sebab, kenaikan ini dinilai mereka akan memengaruhi daya beli dan kehidupan masyarakat.

“Karena itu saya sampaikan, bahwa apa yang disampaikan teman-teman tadi itu kami juga merasakan. Karena itulah kami sampaikan keberatan dari teman-teman PMII ini, apa yang dirasakan ini kami sampaikan (ke pemerintah pusat),” katanya.

Eri juga menyebutkan, para demonstran paham betul bahwa kebijakan kenaikan harga BBM bukanlah kewenangan pemerintah daerah tapi pemerintah pusat.

Namun pihaknya memastikan, akan selalu terbuka lebar dan siap memfasilitasi setiap aspirasi yang disampaikan mahasiswa untuk diteruskan kepada pemerintah pusat.

“Tadi juga sudah disampaikan teman-teman PMII, bahwa keputusan bukan ada di pemerintah daerah, tapi pemerintah pusat,” ujarnya.

Program Padat Karya

Menyoal kebijakan kenaikan harga BBM, Eri berkomitmen untuk fokus meningkatkan daya beli dan pendapatan masyarakat. Dia pun mengajak mahasiswa untuk turut serta dalam upaya tersebut.

“Saya minta teman-teman dari mahasiswa ini menjadi bagian dari Pemkot. Bagaimana Pemkot meningkatkan pendapatan per kapita per keluarga, karena kita ingin meningkatkan daya beli yang tinggi,” katanya.

Nah, salah satu cara yang dilakukan Pemkot untuk meningkatkan daya beli sekaligus pendapatan masyarakat adalah dengan membuat program padat karya.

Dalam program ini, aset milik Pemkot yang ada di setiap wilayah digunakan masyarakat untuk usaha. Mulai dari usaha kafe, laundry, cuci mobil, budidaya maggot, perikanan, pertanian hingga peternakan.

» Baca berita terkait BBMBaca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -