Rabu, 28 September 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Elektabilitas Incumbent Masih 30%, SSC: Pemilih Gus Ipul Belum Bisa Menyeberang ke Khofifah!

Berita Terkait

RIVAL KERAS DI 2018: Gus Ipul dan Khofifah, masih ada sisa-sisa rivalitas di Pilgub Jatim 2018? | Foto: IST
RIVAL KERAS DI 2018: Gus Ipul dan Khofifah, masih ada sisa-sisa rivalitas di Pilgub Jatim 2018? | Foto: IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tiga tahun memimpin Jatim, elektabilitas Khofifah Indar Parawansa hasil survei lembaga Surabaya Survey Center (SSC) masih 30%. Menurut Direktur SSC Mochtar W Otomo, angka itu sama sekali tidak aman bagi incumbet untuk running di Pilgub Jatim 2024.

Mengapa tingkat keterpilihan Khofifah belum signifikan? Mochtar memandang, salah satu faktor yakni masih ada sisa-sisa Pilgub Jatim 2018 yang menjadi ganjalan bagi perempuan yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu.

“Ingat, hampir separuh pemilih di Pilgub Jatim 2018 adalah pemilih Gus Ipul (Saifullah Yusuf, kini Wali Kota Pasuruan). Rupanya pemilih Gus Ipul belum bisa ke Khofifah meskipun sudah sekian tahun,” katanya di Surabaya, Rabu (31/8/2022).

Melihat kembali hasil di Pilgub Jatim 2018, Khofifah yang berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak saat itu tampil sebagai pemenang dengan raihan 10.465.218 suara (53,55%), mengalahkan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno yang mendapat 9.076.014 suara (46,45%).

Artinya, papar Mochtar, ketika situasi politik saat ini tidak memungkinkan memilih Gus Ipul, para pemilihnya di Pilgub Jatim 2018 sedang mencari alternatif-alternatif dan bukan total menyeberang ke Khofifah.

“Maka (dalam survei) muncul banyak alternatif pilihan. Bahkan Eri Cahyadi, Anwar Sadad dan tokoh muda lain elektabilitasnya sudah sekian persen. Ini menunjukkan masih ada sisa-sisa pemilih Gus Ipul,” katanya.

Bagi peneliti yang juga pengajar di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tersebut, ini sekaligus menjadi PR bagi Khofifah terlebih bagi seorang incumbent idealnya sudah mengantongi elektabilitas di atas 40%.

“Artinya Khofifah belum bisa merawat keterbelahan di 2018. Apalagi semakin banyak muncul tokoh-tokoh baru yang muda-muda. Kalau mereka ini melakukan gerakan masif kan juga menjadi penantang serius,” katanya.

Jadi Khofifah masih mungkin dikalahkan jika maju di Pilgub Jatim 2024? “Ya! Kalau para penantangnya melakukan gerakan masif. Menurut saya, 30 persen itu sama sekali bukan angka yang aman untuk seorang incumbent,” tegasnya.

Survei SSC dilaksanakan dari 1 hingga 10 Agustus 2022 di 38 kabupaten/kota di Jatim dan dirilis di Surabaya, Senin (29/8/2022). Sebanyak 1.200 responden dipilih sebagai responden dengan metode stratified multistage random sampling. Margin of error kurang lebih 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%.

Di kategori elektabilitas Cagub, Khofifah berada di puncak dengan keterpilihan 30,0%, disusul Tri Rismaharini (12,8%), Emil Dardak (9,8%), Gus Ipul (5,7%), Eri Cahyadi (4,5%), Anwar Sadad (2,5%), Kusnadi (2,5%), Puti Guntur (2,0%), Halim Iskandar (1,8%), Djarot Saiful (1,0%), sisanya di bawah 1,0 persen, dan 23,3% lainnya tidak tahu/tidak menjawab.

» Baca berita terkait Pilgub Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -