Dukung Khofifah, Muslimat NU ‘Unjuk Kekuatan’ di Bangkalan

MUSLIMAT NU BERSAMA KHOFIFAH: Khofifah Indar Parawansa, santriwati Ponpes Nurul Amanah, Arumi Bachsin dan warga Muslimat NU di Ponpes Nurul Amanah, Basanah, Tanah Merah, Bangkalan, Minggu (24/12). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
MUSLIMAT NU BERSAMA KHOFIFAH: Khofifah Indar Parawansa, santriwati Ponpes Nurul Amanah, Arumi Bachsin dan warga Muslimat NU di Ponpes Nurul Amanah, Basanah, Tanah Merah, Bangkalan, Minggu (24/12). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

BANGKALAN, Barometerjatim.com – Muslimat NU ‘unjuk kekuatan’ di Bangkalan. Tepat 15 hari jelang pendaftaran pasangan calon di Pilgub Jatim 2018, pengurus wilayah (PW) bersama 43 cabang (PC) se-Jawa Timur (38 kabupaten/kota) berkumpul di Ponpes Nurul Amanah Basanah, Tanah Merah, Minggu (24/12).

Selain pengurus PW dan PC, sejumlah orang pengurus pimpinan pusat (PP) juga hadir. Di antaranya Nyai Machfudhoh Aly Ubaid dan Nyai Farida Salahuddin Wahid (dewan penasihat), Sri Mulyati (ketua I), Ulfah Mashfufah (sekretaris umum) serta Wan Nedra Komarddin (sekretaris I).

Mereka hadir untuk mengikuti pertemuan ke-10 Himpunan Da’iyah dan Majelis Taklim Muslimat NU (Hidmat MNU)-Ikatan Haji Muslimat NU (IHMNU) yang dirangkai dengan Maulidurrasul Muhammad Saw, sekaligus menegaskan dukungan dan loyalitas kepada ketua umum mereka di Pilgub Jatim 2018: Khofifah Indar Parawansa!

• Baca: Turun ke Blitar, Arumi ‘Idola Baru’ Warga Muslimat-Fatayat NU

“Ibu-ibu cinta sama Ibu Khofifah?” tanya Ketua PW Muslimat NU Jatim, Nyai Masruroh Wahid yang dijawab koor sekitar 10 ribu jamaah, “Cinta..!!”

“Kalau cinta, kita dukung, kita doakan, kita pilih beliau menjadi gubernur Jatim,” pinta Masruroh yang disambut koor, “Siaap.. !!” diikuti pekik, “Ibu Khofifah..!! Maju Jawa Timur..!! Gubernur..!!”

Masruroh lantas mengutip sebuah hadits, Rasulullah Muhammad Saw pernah bersabda: Orang-orang miskin itu selendangku, anak-anak yatim itu jubahku. Artinya rasul selalu dekat dengan orang miskin, anak yatim serta orang yang terpinggirkan.

• Baca: Apapun Parpolnya, Cagub Pilihan Muslimat NU Ya Khofifah

“Hari ini, kita lihat, itulah yang dikerjakan Bu Khofifah sehari-hari. Tidak kenal lelah, bergerak ke seluruh penjuru Indonesia, naik turun gunung, melewati jurang dan lembah, beliau hanya meniru Rasululah,” katanya.

Selain itu, kecintaan Khofifah terhadap NU juga luar biasa karena yang diperjuangakan bukan hanya Muslimat NU dan perempaun, tapi seluruh warga NU. Termasuk memperjuangkan dua tokoh terbaik NU meraih gelar Pahlawan Nasional: KHR As’ad Syamsul Arifin dan KH Abdul Wahab Chasbullah.

“Itu hanya terjadi di era Bu Khofifah menjadi menteri. Karena itu kami warga Muslimat NU bersyukur diberikan pemimpin sehebat beliau,” tandasnya.

Bersama Arumi

PERJUANGAN MUSLIMAT NU: Khofifah Indar Parawansa bersama pengurus pimpinan Muslimat NU. Siap berjuang untuk meraih kemenangan di Pilgub Jatim 2018. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
TEKAD MUSLIMAT NU: Khofifah Indar Parawansa bersama pengurus pimpinan Muslimat NU. Tekad berjuang untuk meraih kemenangan di Pilgub Jatim 2018. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

Sejak awal, kehadiran Khofifah bersama Arumi Bachsin, istri Emil Elestianto Dardak, Bacawagub yang akan mendampingi Khofifah di Pilgub Jatim 2018 memang dielu-elukan warga Muslimat NU.

Terkait kehadirannya yang mengajak Aumi, Khofifah menjelaskan, “Karena forum ini kebetulan sangat berdekatan dengan proses pendafaran Pilgub Jatim, maka saya mengajak Mbak Arumi.”

“Supaya mereka mengenal ada istri Cawagub yang insyaallah akan bersama-sama saya ikut pada kontenstasi Pilgub Jatim, Juni mendatang,” tambahnya.

Menurut Khofifah, silaturahim antara Muslimat NU dengan Arumi menjadi penting supaya ada pertautan di awal proses perjuangan. “Mbak Arumi bisa mengenal lebih dekat Muslimat NU, begitu sebaliknya,” jelasnya.

• Baca: Pendukung Khofifah ‘Hidup Lagi’ Setelah 5 Tahun ‘Mati Suri’

Ditanya soal sikap cabang-cabang Muslimat NU atas keputusannya maju di Pilgub Jaim, Khofifah menegaskan, “Ya nggak usah bilang sikap-lah, sambutan ibu ketua wilayah (Masruroh Wahid) bisa direkam. Saya rasa begitu ya,” katanya.

“Kita butuh sosok endorser yang menurut saya sangat signifikan dan memiliki kemampuan dan keampuhan. Kalau di lingkungan Muslimat NU ya para kiai dan ibu nyai. Saya rasa Kiai Salahuddin Wahid juga sangat terang benderang memberikan referensi bagi Muslimat NU yang hadir.”

Khofifah berharap, warganya berseiring dengan Gus Sholah — sapaan KH Salahuddin Wahid — untuk bersama-sama menjadi bagian yang ikut berikhtiar,  membawa kemenangan pada Pilgub Jatim 2018.