Kritik Sekjen PKB, Gus Hans: Kiai Bukan Objek Taruhan Politik

BUKAN OBJEK POLITIK: KH Zahrul Azhar As’ad (Gus Hans), kiai bukan objek taruhan politik di Pilkada. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
BUKAN OBJEK POLITIK: KH Zahrul Azhar As’ad (Gus Hans), kiai bukan objek taruhan politik di Pilkada. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Statement Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding yang dinilai merendahkan kiai terus menuai kritik. Kali ini Pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang, KH Zahrul Azhar As’ad meminta agar kiai tidak dijadikan objek taruhan politik di Pilkada — termasuk Pilgub Jatim.

“Jika kita ingin memuliakan kiai sebagai penerus para nabi dan pemegang tongkat komando keumatan, mestinya kita tidak menjadikan kiai sebagai bahan pertaruhan politik yang sangat praktis dan pragmatis,” paparnya saat dihubungi wartawan, Senin (19/3).

Selebihnya, kiai muda yang akrab disapa Gus Hans tersebut mengajak semuanya — termasuk politisi —  untuk menjaga marwah kiai dalam posisi yang jauh lebih tinggi dari sekadar urusan politik dalam hajatan Pilkada.

• Baca: Cak Anam: PKB-Ipul Cuma Manfaatkan Kiai di Pilgub Jatim

Lagi pula, baik Khofifah Indar Parawansa maupun Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sama-sama kader Nahdlatul Ulama (NU). Khofifah ketua umum PP Muslimat NU, sedangkan Gus Ipul salah seorang ketua PBNU.

Begitu pula dengan Emil Elestianto Dardak. Sosok milenial ini tak lagi diragukan ke-NU-annya karena pernah menjabat ketua Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Jepang.

Karena itu, Gus Hans menduga, statemen Kadir Karding terlontar akibat kalut dalam berkompetisi yang panjang dan lumayan melelahkan. “Saya menduga ini ulah para politisi yang sedang kalut dalam berkompetisi, dan ulama yang dijadikan ‘tumbal’,” katanya.

• Baca: Gus Hans Minta Wasekjen PDIP Tak Rongrong Wibawa Presiden

Sebelumnya Sekjen DPP PKB, Abdul Kadir Karding yang hadir dalam pemaparan hasil survei Poltracking Indonesia terkait Pilgub Jatim di Hotel Saripan Pasific, Jakarta, Minggu (18/3), menyebut para kiai bisa “kehilangan muka” jika sampai Gus Ipul-Puti kalah di Pilgub Jatim 2018.

“Mas Ipul yang didukung kiai keseluruhan akan menjadi pertaruhan. Kalau kalah, kiai-kiai bisa kehilangan muka. Karena seluruh kiai yang punya basis dan besar dan karismatik hampir seluruhnya ke Gus Ipul,” katanya.