Duh! Ketua DPRD Surabaya dan Kasatpol PP Nyaris Adu Jotos

NYARIS ADU JOTOS: Ketua DPRD Surabaya, Armudji dan Kepala Satpol PP Surabaya, Irvan Widyanto nyaris adu jotos saat hearing. | Foto: Ist
NYARIS ADU JOTOS: Ketua DPRD Surabaya, Armudji dan Kepala Satpol PP Surabaya, Irvan Widyanto nyaris adu jotos saat hearing. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tontonan tak sedap diperlihatkan Ketua DPRD Surabaya, Armudji dan Kepala Satpol PP Surabaya, Irvan Widyanto saat hearing di gedung dewan, Jalan Yos Sudarso, Selasa (20/2). Beruntung petugas Pamdal dan pegawai Pemkot sigap dan langsung mencegah pertikaian keduanya.

Insiden bermula saat Komisi A DPRD Surabaya menggelar rapat jajak pendapat terkait masalah penertiban rumah warga di daerah Medoan Semampir. Rapat yang dipimpin Ketua Komisi A, Herlina Harsono Nyoto itu juga dihadiri beberapa perwakilan Pemkot Surabaya.

Awalnya rapat berjalan kondusif. Namun beberapa menit berlangsung suasana berubah tegang. Armuji dan beberapa anggota dewan yang hadir, mengkritisi kebijakan penggusuran hunian warga di atas aset milik Pemkot yang akan dipergunakan untuk perluasan makam.

• Baca: Demo UU MD3 Ricuh! 4 Aktivis PMII Terluka, 2 Pingsan

Polikus PDIP itu menilai penggusuran yang terjadi seringkali tidak disertai solusi. Salah satunya memindahkan warga korban penggusuran ke rumah susun terlebih dahulu.

“Sebelumnya warga Keputih sampai sekarang belum ada realisasinya. Kalau ditempatkan di Romokalisasri, mereka kerjanaya di Keputih,” kata Armudji.

Seharusnya, lanjut Armudji, Pemkot melibatkan kalangan dewan sebagai wakil rakyat sebelum melakukan penertiban. Beberapa kasus sengketa lahan, ternyata bisa diselesaikan saat melibatkan dewan.

• Baca: Ansor Surabaya: Risma Lebih Peduli Taman Ketimbang Masjid

Namun dalam beberapa kali pertemuan antara warga dan Pemkot yang digelar di kantor kelurahan selama ini tidak pernah melibatkan anggota dewan. “Jangan tiba-tiba digusur, kemudian kalau sudah rata, baru cari solusinya. Enggak mungkin,” tegasnya.

Armuji pun siap menghadang jika penggusuran warga Medokan Semampir tetap dilakukan Satpol PP. Selain mengetahui persis persoalan di lokasi tersebut, dia juga tak menghendaki Satpol PP asal gusur tanpa ada solusi. “Saya siap di depan masyarakat. DPRD akan membela rakyat, kita hadapi Satpol PP,” ucapnya dengan nada tinggi.

Nah, mendengar ucapan Armudji, rupanya telinga Kasatpol PP Irvan Widyanto panas. Menurutnya, status tanah di Medokan Semampir jelas dan pihaknya tidak asal gusur. “Mumpung ini ada ketua dewan, kita cari solusi konkret. Jangan tiba-tiba dihadang,” balas Irvan.

• Baca: Tak Ada Koordinasi di Pemkot Surabaya, Proyek JLLB Mandek!

Sebelum ada penertiban, menurut Irvan, Pemkot sudah melakukan sosialisasi ke warga. Jika ada warga yang mempunyai hak atas tanah yang ditempati, berupa petok D atau lainnya, tingal diklarifikasi bersama-sama.

Saat perdebatan semakin tak terkendali, keduanya bangkit dari duduk masing-masing dan saling tunjuk satu sama lain. Perang mulut makin panas, bahkan keduanya nyaris adu fisik. Beuntung beberapa petugas Pamdal dan pegawai Pemkot Surabaya yang juga hadir dalam rapat hearing itu melerai keduanya.