‘Ditekan’ PWNU, Muslimat NU Kian Solid Dukung Khofifah

SOLIDITAS MUSLIMAT NU: Khofifah menghadiri Harlah ke-72 Muslimat NU yang digelar PC Muslimat NU Sumenep di Gedung Adipoday, Sumenep. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
SOLIDITAS MUSLIMAT NU: Khofifah menghadiri Harlah ke-72 Muslimat NU yang digelar PC Muslimat NU Sumenep di Gedung Adipoday, Sabtu (17/3). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

SUMENEP, Barometerjatim.com – Benarlah Nyai Hj Masruroh Wahid. Ketua PW Muslimat NU Jatim NU itu menyiratkan, semakin Muslimat NU ‘ditekan’ PWNU Jatim, maka semakin total dan solid dalam mendukung serta memenangkan ketua umumnya, Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2018.

“Dukungan kita dari ke hari semakin kuat. Kalau warga Muslimat NU dari dulu tetap utuh. Kita terus kondisikan, Ancab (anak cabang/tingkat kecamatan) juga semakin solid. Wong (Khofifah) itu ibunya, masa ibunya ditinggal, kan tidak!” kata Masruroh usai tabayyun dengan PWNU.

Statement itu disampaikan Masruroh usai pengurus PW Muslimat NU Jatim ‘diadili’ PWNU terkait surat tugas untuk fungsionaris PC Muslimat NU Kabupaten Malang, Anisah Mahfud dan Musrifah Hadi agar ikut sosialisasi pencalonan Khofifah ke anak cabang (tingkat kecamatan) dan ranting (desa).

• Baca: Nyai Masruroh: Hasil Pertemuan Muslimat NU-PWNU Dipelintir

Meski, PWNU agak lupa dengan diri sendiri kalau — tanpa atribut NU sekalipun — Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, KH Hasan Mutawakkil Alallah dan struktural lainnya begitu terang benderang menunjukkan dukungannya untuk pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur.

Dan hari ini, Sabtu (17/3), bisa dilihat. Totalitas serta soliditas dukungan untuk Khofifah dipertontonkan ribuan warga Muslimat NU Sumenep. Khofifah bahkan sudah dielu-elukan warganya sebelum memasuki gedung. Sebagian mencoba merengsek untuk bersalaman dan foto bersama, sebagian lagi menyambut histeris sambil meneriakkan, “Wis wayahe!”.

Tapi kehadiran Khofifah tidak untuk kampanye karena bertepatan dengan hari libur peringatan Hari Raya Nyepi, melainkan menghadiri Hari Lahir (Harlah) ke-72 Muslimat NU di Gedung Adipoday di Jl Trunojoyo, Kabupaten Sumenep.

• Baca: Gelombang Muslimat NU Lebih Dahsyat Dibanding Massa PKS

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengajak semuanya untuk menjaga tali persaudaraan lewat ukhuwah wathoniyah dengan berpegang teguh pada Pancasila. Dengan demikian, keutuhan NKRI terjamin dengan kuatnya keteguhan masyarakat.

“Persaudaraan antar-NU harus terjaga. Muslimatnya harus rukun. Mari kita kuatkan ukhuwah islamiyah, wathoniyah, insaniah dan nahdliyah,” tegasnya. “Muslimat NU harus terus berjuang, untuk bisa mengakomodir kepentingan berdakwah dan juga mewujudkan persaudaraan NU yang kuat serta mengakar.”

Di ujung sambutannya, Khofifah meminta doa dan restu warga Muslimat NU atas pencalonannya di Pilgub Jatim 2018. “Alhamdulillah, saat pengundian nomor urut, kami mendapatkan nomor satu. Semoga Allah juga anugerahkan kami menjadi nomor satu,” katanya.

Makam Para Raja

Hari ini, Khofifah mengisi liburannya dengan melakukan kunjungan ke sejumlah tempat di Sumenep. Sebelum menghadiri Harlah ke-72 Muslimat NU, dia melakukan ziarah ke Asta Tinggi, kompleks makam para raja Sumenep.

Di tempat ini, Khofifah mempromosikan salah satu objek wisata unggulan Sumenep, Pulau Giliyang di Kecamatan Dungkek yang memiliki kadar oksigen terbaik kedua setelah Yordania. “Rugi kalau belum pernah ke sana. Silakan bapak ibu berkunjung kesana,” katanya.

Menurutnya, di Pulau Giliyang banyak warga berusia di atas 100 tahun dengan kondisi fisik masih sehat. “Saya bertemu dan bercakap langsung dengan mereka. Kondisi mereka masih fit meski umurnya sudah 150 tahun. Masih sanggup berjalan kaki ke masjid menunaikan shalat 5 waktu,” tutur Khofifah.