Dirut PT PJU Berpulang akibat Corona, Keponakan Curhat di FB

DUKA MENDALAM: Gus Ahad mencurahkan duka dan kenangan atas kepergian pamannya, Gus Wachid. | Foto: Capture FB
DUKA MENDALAM: Gus Ahad mencurahkan duka dan kenangan atas kepergian pamannya, Gus Wachid. | Foto: Capture FB

SURABAYA, Barometerjatim.com – Abdul Hadi Wijaya alias Gus Ahad, begitu berduka atas kepergian pamannya yang juga Direktur Utama (Dirut) PT Petrogas Jatim Utama (PJU) — salah satu BUMD milik Pemprov Jatim — Mochamad Abdul Wachid alias Gus Wachid.

Tak hanya menyampaikan kabar duka lewat pesan WhatsApp (WA), Gus Ahad juga mencurahkannya — termasuk kenangan bersama — lewat akun Facebook (FB)-nya. “Bisa baca di wall FB saya,” katanya kepada Barometerjatim.com, Minggu (28/6/2020).

Dalam akun FB-nya, Gus Ahad menceritakan kalau dirinya bersama almarhum yang dipanggilnya Om Wachid tersebut tumbuh bersama, karena usia keduanya hanya terpaut dua tahun.

“Kami sama-sama dapat rezeki beasiswa ke Belanda. Beliau berangkat 1985, dan saya menyusul setahun berikutnya. Tugas belajar program Habibie di Delft University of Technology, Belanda,” tulisnya.

Di Negeri Kincir Angin, Gus Wachid kuliah di Teknik Perkapalan, sedang Gus Ahad di Teknik Kimia dan Ilmu Material. “Hobi kami sama, sepakbola. Beliau kiper andalan, dan saya penyerang. Tante Maya, istri beliau, juga alumni Teknik Arsitektur,” katanya.

Selamat Jalan Om Wachid

BERPULANG: Duka Jajaran komisaris dan keluarga besar PT Petrogas Jatim Utama (PJU) kehilangan Gus Wachid. | Foto: IST
BERPULANG: Duka Jajaran komisaris dan keluarga besar PT Petrogas Jatim Utama (PJU) kehilangan Gus Wachid. | Foto: IST

Usai pulang ke Tanah Air, keduanya berkarir di dua tempat berbeda. Gus Ahad di Bandung dan Gus Wachid di Bali dan Surabaya.

“Kalau keluarga kami bertemu, pasti ceritanya heboh, karena Diah Nurwitasari II alumni Jerman, dan pernah selesaikan tugas pra-thesis di Delft,” ucapnya.

“Di samping berkarir sebagai profesional, saya memilih aktif di PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Om Wachid aktif di NU (Nahdlatul Ulama) Jatim, dan posisi terakhir sebagai Wakil Sekum,” sambung pria yang juga anggota Fraksi PKS DPRD Jawa Barat itu.

“Selamat jalan Omku tercinta. Allah janjikan jannah bagi mereka yang wafat karena penyakit menular, dan kami sangat meyakininya. Ya Allah, sayangi beliau.”

17 Juni 2020, ketika Gus Ahad kunjungan kerja ke Garut untuk membahas Raperda Pengembangan Pesantren, Gus Wachid yang juga wakil sekretaris PWNU Jatim berada di Jakarta dikukuhkan menjadi Dewan Penasihat Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE).

“Ternyata, Om Wachid tercinta, gejala awal Covid-19 muncul sepulang beliau dari Jakarta ke Surabaya. Dan.. Allah panggil beliau malam ini, Sabtu 27 Juni 2020 pukul 20. Innaalilaahi wa innaa ilaihi raaji’uun..” dukanya.

“Selamat jalan Omku tercinta. Allah janjikan jannah (surga) bagi mereka yang wafat karena penyakit menular, dan kami sangat meyakininya. Ya Allah, sayangi beliau,” tuntas Gus Ahad.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona