Dirut PT Petrogas Jatim Utama Meninggal akibat Covid-19

SEBELUM BERPULANG: Pengangkatan Gus Wachid menjadi dewan penasihat IABIE di Jakarta, Rabu (17/6/2020). | Foto: IST
SEBELUM BERPULANG: Pengangkatan Gus Wachid menjadi dewan penasihat IABIE di Jakarta, Rabu (17/6/2020). | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kabar duka! Direktur Utama (Dirut) PT Petrogas Jatim Utama (PJU), salah satu BUMD milik Pemprov Jatim, Mochamad Abdul Wachid alias Gus Wachid meninggal dunia akibat virus Corona (Covid-19), Sabtu (27/6/2020) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kabar wafatnya Gus Wachid yang juga wakil sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim tersebut disampaikan keponakannya, Abdul Hadi Wijaya alias Gus Ahad yang kemudian menjadi pesan berantai di sejumlah Grup WhatsApp (WA).

Innaalillahi wa innaa ilaihi raa’ji’uun.. Telah berpulang paman saya, M Abdul Wachid, wakil sekretaris tanfidizah PWNU dan penasihat ahli BKNU jam 20 malam ini setelah beberapa hari berjuang melawan virus Covid-19. Mohon doa agar Allah masukkan almarhum ke surga-Nya dan keluarga yang ditinggalkan agar dilimpahi kesabaran. Al Fatihah. Amiin.”

Dikonfirmasi Barometerjatim.com terkait kabar tersebut, Gus Ahad membenarkan kalau dirinya yang membuat pesan dan benar pula kalau pamannya meninggal akibat Covid-19. “Iya betul, beliau paman saya,” katanya, Minggu (28/6/2020) dinihari.

Malam itu juga, lanjut Gus Ahad, almarhum dimakamkan di pesarehan keluarga bani KH Machfudz Anwar. “Di PP (Pondok Pesantren) Salafiyah Al Mahfudz di Seblak, Kecamatan Diwek, Jombang, dengan protokol Covid-19,” jelasnya.

Dewan Penasihat IABIE

DUKA PWNU JATIM: Gus Wachid berpulang, karangan bunga belasungkawa dari pengurus PWNU Jatim. | Foto: IST
DUKA PWNU JATIM: Gus Wachid berpulang, karangan bunga belasungkawa dari pengurus PWNU Jatim di rumah duka. | Foto: IST

Sebelum terdeteksi terkena Covid-19, tutur Gus Ahad, almarhum masih beraktivitas di Jakarta bertemu mitra bisnis serta diangkat sebagai Dewan Penasihat Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE), Rabu (17/6/2020).

Namun setiba di Surabaya, Jumat (19/6/2020), Gus Wachid menderita gejala batuk, tersengal, dan panas. Esok harinya, Sabtu (20/6/2020) dilakukan CT scan dan tes yang mengindikasikan gejala Covid-19.

Senin (22/6/2020), Gus Wahid masuk RS National Hospital Surabaya dan ada kecurigaan terjangkit Covid-19. Rabu (24/6/2020), hasil tes swab positif dan dipindah ke RSUD dr Soetomo.

“Kamis (25/6/2020) masuk ruang isolasi khusus, dan Sabtu (27/6/2020) Gus Wachid wafat jam 20 malam,” jelas Gus Ahad.

Tak hanya mengabarkan lewat pesan WA, Gus Ahad juga mencurahkan duka serta kenangannya bersama almarhum yang dipanggilnya Om Wachid tersebut lewat akun Facebook-nya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona