Dikawal Serikat Pekerja, Emil Road Show ke Kantong Industri

KUNJUNGI INDUSTRI DI MOJOKERTO: Diinisiasi dan difasilitasi beberapa serikat pekerja, Emil Dardak mengunjungi kawasan industri di Ngoro, Mojokerto, Jumat (7/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
KUNJUNGI INDUSTRI DI MOJOKERTO: Diinisiasi dan difasilitasi beberapa serikat pekerja, Emil Dardak mengunjungi kawasan industri di Ngoro, Mojokerto, Jumat (7/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

MOJOKERTO, Barometerjatim.com – Didukung berbagai serikat pekerja dan buruh, Emil Elestianto Dardak terus memperkuat dukungan dengan melakukan kunjungan ke kantong-kantong industri di Jatim. Menariknya, road show ini diinisiasi sekaligus difasilitasi sejumlah serikat pekerja.

Ketua DPD Serikat Pekerja Percetakan dan Penerbitan Industri (SPPPI) Jatim, Sudarmadji menegaskan, pasca deklarasi di Hotel Sahid pihaknya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus memperkenalkan sekaligus menyukseskan program pasangan nomor urut satu.

“Hari ini merupakan langkah awal, hari Senin nanti kita akan road show di Kabupaten Pasuruan dan Malang Raya. Jadi teman-teman aliansi benar-benar serius untuk menyukseskan pasangan Khofifah-Emil ini,” tegas Sudarmadji.

• Baca: 3000 Buruh Sidoarjo dalam Satu Pilihan: Khofifah-Emil

Saat diajak ke kawasan industri di Ngoro, Mojokerto, Jumat (8/6), Emil diminta untuk menyampaikan gagasannya tentang politik industri. Emil pun menegaskan pemerintah harus terus memastikan bahwa daya saing tetap terjaga.

“Daya saing ini meliputi kemudahan akses menuju pelabuhan, karena industri terus tumbuh dan daya tampung pelabuhannya bisa overload,” paparnya.

Jika daya tampungnya sudah penuh, lanjut doktor ekonomi pembangunan tersebut, daya saing industri juga akan bisa terpengaruh.

• Baca: Serikat Pekerja-Buruh Bersatu Menangkan Khofifah-Emil

”Kalau jalan itu macet atau rusak juga bisa berpengaruh,” tandas putra mantan wakil menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak itu.

“Kontinyuitas dari listrik, bagaimana dengan kesejahteraan para tenaga kerja di sini menjadi kontribusi pemerintah mendatang untuk bisa mendukung dunia usaha. Pemerintah harus punya cara untuk mendukung kapasitas SDM.”

DAYA SAING TERJAGA: Emil Dardak, pemerintah harus terus memastikan bahwa daya saing terjaga. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
DAYA SAING TERJAGA: Emil Dardak, pemerintah harus terus memastikan bahwa daya saing tetap terjaga. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Terpenting lagi, kawasan industri menjadi kunci untuk mendorong tumbuhnya industri-industri. Sedangkan berdiri industri di luar kawasan industri tentu ada kendala sosial dan lainnya yang bisa menambah kompleksitas dunia usaha.

”Makanya kita ingin memperhatikan apa saja kriteria yang memilih kawasan industri, supaya nantinya bila kita ingin mendorong investasi baru bisa tepat,” ujarnya.

Emil mencontohkan saat ini yang  potensial berada di exit tol Kertosono- Nganjuk bisa dijadikan kawasan industri. Nanti perlu pemetaan, dibandingkan dengan Ngoro plus minusnya apa saja dan industri apa yang sebaiknya dibangun di sana.

• Baca: Buruh Pelinting Rokok: Gus Ipul Sudahlah! Saatnya Khofifah

Sementara Direktur PT Profilindah Karisma, Imam Susilo menyambut positif gagasan Emil. Direktur perusahaan yang bergerak dalam pembuatan daun pintu kualitas ekspor ini menyebut, dunia usaha masih membutuhkan bantuan dari pemerintah, utamanya memperlunak peraturan karena masih banyak yang tumpang tindih.

”Saat ini pelaku usaha masih mengalokasikan 10 hingga 20 persen resource-nya untuk urusan administrasi. Pengusaha berharap hal ini bisa disederhanakan, sehingga angka tersebut bisa dialokasikan untuk kepentingan yang jauh lebih bermanfaat,” katanya.