Di Lamongan, Beredar Migor Kemasan Tak Sesuai Takaran

SIDAK PASAR: Bupati Fadeli dan Wabup Kartika Hidayati saat sidak di Pasar Sidoharjo, Kecamatan Lamongan, Senin (11/6). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
SIDAK PASAR: Bupati Fadeli dan Wabup Kartika Hidayati saat sidak di Pasar Sidoharjo, Kecamatan Lamongan, Senin (11/6). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Hari pertama libur jelang lebaran, Bupati Fadeli melakukan sidak di Pasar Sidoharjo, Kecamatan Lamongan, untuk memastikan ketersediaan barang pokok selama Idul Fitri 1439 H.

Dari hasil sidak bersama Wakil Bupati Kartika Hidayati, Sekretaris Kabupaten Yuhronur Efendi serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut, didapati stok kebutuhan tersedia cukup.

Namun di salah satu stan, Fadeli mendapat keluhan dari pedagang kalau ada minyak goreng (migor) kemasan beratnya tidak sesuai dengan yang tertera di label kemasan.

• Baca: Anak Bupati Fadeli Dilantik Jadi Ketua DPRD Lamongan

Salah satunya migor kemasan dengan merek dagang Puteri. Di label tertera berat 900 mililiter, namun setelah ditimbang ternyata hanya 650 mililiter.

“Barangnya sudah kami bawa, ini nanti akan kami sampaikan protes kepada produsen. Kami tidak mau masyarakat mendapatkan barang yang tidak sesuai, “ jelasnya.

Selebihnya, Fadeli memaparkan harga sejumlah komoditi cederung stabil. Hanya cabai yang mengalami kenaikan cukup tinggi, dari sebelumnya Rp 28 ribu perkilogram menjadi Rp 35 ribu.

• Baca: Seru Abis! Ngabuburit di Babat Barrage Lamongan

Untuk komoditi beras harganya masih normal. Beras dengan kualitas medium dijual bervariasi antara Rp 8 ribu hingga 11 ribu perkilogram, tergantung dengan jenis berasnya.

“Kue-kue kemasan tadi saya lihat tidak ada yang melebihi masa expired-nya. Pedagang saya harap ikut menjaga kualitas barangnya, agar masyarakat mendapatkan barang yang berkualitas pula,” pinta Fadeli.