Datangi Polda dengan Senyum, Nella Kharisma: Siap Diperiksa!

PENUHI PANGGILAN POLDA: Pedangdut Nella Kharisma datang memenuhi panggilan penyidik Dit Reskrimsus Polda Jatim, Selasa (18/12). | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG
PENUHI PANGGILAN POLDA: Pedangdut Nella Kharisma datang memenuhi panggilan penyidik Dit Reskrimsus Polda Jatim, Selasa (18/12). | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sempat mangkir pada pemanggilan pertama, Nella Kharisma akhirnya memenuhi panggilan penyidik Dit Reskrimsus Polda Jatim, Selasa (18/12) hari ini.

Pedangdut yang ngetop lewat lagu “Jaran Goyang” itu dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi, dalam kasus kosmetik oplosan merek Derma Skin Care (DSC) Beauty yang diproduksi tersangka berinisial KIL.

Tiba di Mapolda Jatim sekitar pukul 11.00 WIB, Nella yang didampingi manajernya, banyak mengumbar senyum sambil sesekali menjawab pertanyaan wartawan.

• Baca: Tak Kooperatif, Nella Kharisma Terancam Dijemput Paksa

“Nanti saja,” jawabnya singkat. Selebihnya, Nella yang menjadi endorse DSC Beauty bersama enam artis lainnya, termasuk pedangdut Via Vallen, mengaku siap menjalani pemeriksaan penyidik, “Siap.!!”

Sementara Kasubdit Tipidter Dit Reskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofiq Ripto Himawan menuturkan, dari tujuh artis yang dipanggil, Nella yang pertama menjalani pemeriksaan. “Dia Memenuhi panggilan hari ini, mestinya minggu kemarin,” katanya.

Dibayar Rp 7-15 Juta

DIPANGGIL SEBAGAI SAKSI: Pedangdut Nella Kharisma siap diperiksa Polda sebagai saksi dalam kasus kosmetik oplosan. | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG
DIPANGGIL SEBAGAI SAKSI: Pedangdut Nella Kharisma siap diperiksa Polda sebagai saksi dalam kasus kosmetik oplosan. | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG

Seperti ramai diberitakan, Nella Kharisma merupakan satu dari tujuh artis yang menjadi endorse DSC Beauty. Keenam lainnya yakni Via Vallen, NR, OR, MP, DK, dan disc jockey (DJ) berinisial B dengan honor antara Rp 7-15 juta rupiah per minggu.

• Baca: Kosmetik Oplosan, Kapolda Minta Via Vallen Dkk Kooperatif

Omset kosmetik oplosan yang tak memiliki izin edar dari BPOM dan Dinas Kesehatan serta sudah beredar luas di Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan, dan Makassar itu menembus Rp 300 juta per bulan.

» Baca Berita Terkait Kosmetik Oplosan, Polda Jatim