Canda dr Joni ke Risma: Kan dr Soetomo Sudah Lama Meninggal

MONGGO KE RSUD SOETOMO: Risma saat aksi sujud (foto kiri) dan dokter Joni Wahyuhadi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS/IST
MONGGO KE RSUD SOETOMO: Risma saat aksi sujud (foto kiri) dan dokter Joni Wahyuhadi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – “Dokter Joni lagi.. Dokter Joni lagi..!” geram Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma saat bertelepon dengan seseorang.

Waktu itu, Jumat (29/5/2020), Risma mempertontonkan aksi marah-marah lantaran dua mobil mesin PCR (Polymerase Chain Reaction) bantuan dari Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BPNB) yang diklaimnya untuk Surabaya malah dialihkan Pemprov Jatim ke kabupaten/kota lain.

Joni Wahyuhadi yang menjabat ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, disebut-sebut sosok di balik pengalihan dua mobil PCR tersebut.

Tapi dokter yang juga Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Soetomo Surabaya tersebut menanggapi enteng amarah Risma. “Mungkin ada mis tadi ya, jadi enak-enakan (dibuat enak/santai) saja kita bekerja,” katanya.

Usai ribut-ribut bantuan mobil PCR, kali ini RSUD dr Soetomo dituding Risma sulit dihubungi, sulit diajak komunikasi dan koordinasi, bahkan menolak bantuan dari Pemkot Surabaya terkait penanganan Covid-19.

Tapi, lagi-lagi reaksi Joni, bisa jadi bakal kembali bikin Risma geregetan. “Tentang apa yang disampaikan Ibu Wali tadi, sulit menghubungi dr Soetomo, ya iya wong dr Soetomo sudah lama meninggal,” kelakarnya saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (29/6/2020) malam.

“Kalau saya menelepon ibu wali kota kan tidak mungkin, saya kan rakyat biasa.”

Karuan saja reaksi Joni membuat ger-geran wartawan yang hadir. “Lho, dr Soetomo kan sudah tahunan meninggal, he.. he.. Lho kan iya toh?” sambungnya diiringi senyum kecut.

Joni, kali ini serius, lantas membantah pernyataan Risma kalau RSUD dr Soetomo sulit dihubungi dan diajak koordinasi. Terlebih RS milik Pemprov Jatim tersebut bertempat di Surabaya.

“Kami kan orang Surabaya, RSUD dr Soetomo ada di Surabaya. Lho ini buktinya, tanggal 22, kepala dinas telepon kami ingin ke Soetomo, monggo (silakan) Bu.. monggo, apa yang ingin dicari, enggak masalah,” katanya.

“Kalau saya menelepon ibu wali kota kan tidak mungkin, saya kan rakyat biasa. KTP saya Surabaya Bu, kan ndak mungkin, kecuali kalau ibu wali kota, ajudannya telepon saya: Dok ditimbali (dipanggil) ibu wali kota, lha baru saya baru berani telepon, kan gitu?” sambungnya.

Tapi kalau soal hubungannya dengan Risma tentu saja baik. “Wong saya itu menghormati beliau, ada buktinya lho. Ndak usah saya ceritakan ya, nanti dikira mengungkit-ungkit masa lalu. Jadi kami sangat menghargai beliau, karena perhatian sama rakyat kecil,” ucapnya.

Karena itu, tandas Joni, tidak benar kalau pihak RSUD dr Soetomo sulit dihubungi. “Kalau mau tindak (pergi) ke Soetomo monggo, cuma sekarang ya mungkin jangan, banyak Covid-19 di Soetomo. Tapi kalau mau tindak di kantor ndak apa-apa, kantor saya bersih,” ujarnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona