Petugas Bandara Juanda Sita 662 Slop Rokok Milik Calhaj

SITA RATUSAN SLOP ROKOK: Petugas Bandara Juanda menyita ratusan slop rokok milik jamaah haji embarkasi Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG
SITA RATUSAN SLOP ROKOK: Petugas Bandara Juanda menyita ratusan slop rokok milik jamaah haji embarkasi Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sudah diimbau agar tak membawa rokok berlebihan ke Tanah Suci, sejumlah calon haji (Calhaj) masih saja bandel. Akibatnya, 662 slop rokok milik Calhaj disita petugas Bandara International Juanda Surabaya di Sidoarjo.

“Seperti kemarin, kami menahan total 662 slop rokok. Terbanyak dari Pamekasan (Madura), 491 slop,” terang Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda, Hendro Trisulo dalam gelar pers di Graha Bir Ali Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Senin (23/7).

662 slop rokok itu disita mulai dari jamaah kloter satu hingga 19 yang baru hari ini diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah, melalui Bandar International Juanda.

• Baca: Sakit Kategori Risiko Tinggi, Keberangkatan 9 Calhaj Ditunda

Penyitaan ini dilakukan, kata Hendro, karena memang ada larangan dari pihak Arab Saudi. “Sebenarnya, membawa barang bawaan (rokok) keluar Indonesia tidak ada masalah. Hanya saja, kalau masuk ke Arab Saudi bisa jadi masalah,” tuturnya.

“Tapi dari koordinasi kami, kemudian dibolehkan dan hanya dibatasi dua slop saja. Itupun harus dibawa satu orang. Jadi tidak dikumpulkan ke satu orang, dua slop itu dibawa sendiri.”

Selain soal pembatasan jumlah rokok, Hendro juga menjelaskan, Calhaj dilarang membawa power bank di atas 20.000 mAh dan korek api jenis gas saat penerbangan. “Bahaya untuk penerbangan. Bisa meledak, korek api gas juga demikian,” jelasnya.

Abaikan Imbauan

Menurut Hendro, sebenarnya pihaknya telah memberikan imbauan terkait larangan-larangan ini kepada para jamaah Calhaj melalui selebaran. Termasuk soal barang-barang titipan dari jamaah lain. “Tapi setelah diterima, kemudian dibuang,” keluhnya.

• Baca: Sempat Patah Kaki, Akhirnya Atik Berangkat ke Tanah Suci

Sehingga, pihak Bea dan Cukai bersama Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya memberi imbauan secara lisan.

“Seseorang melakukan penerbangan jangan sampai menerima titipan barang bawaan atau barang titipan. Takutnya itu barang larangan,” katanya.