Beri Soekarwo Gelar Doktor, UINSA Dinilai Bikin Lelucon!

Mahasiswa UINSA tolak gelar doktor HC untuk Soekarwo. | Foto Barometerjatim.com/natha lintang
Mahasiswa UINSA tolak gelar doktor HC untuk Soekarwo. | Foto Barometerjatim.com/natha lintang

SURABAYA, Barometerjatim.com – Rabu (27/3/2019) besok, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya akan menganugerahi mantan Gubernur Jatim, Soekarwo alias Pakde Karwo gelar doktor honoris causa.

Namun sehari sebelum moment istimewa tersebut digelar, Selasa (26/3/2017) hari ini justru mendapatkan penolakan dari mahasiswanya yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi lewat aksi demonstrasi di halaman kampus.

Alasan mahasiswa, Pakde Karwo yang juga ketua DPD Partai Demokrat Jatim itu dinilai tidak memiliki kontribusi yang jelas di bidang pendidikan Agama Islam, khususnya di Jatim.

“Masih banyak di luar sana orang yang lebih pantas daripada beliau (Soekarwo) yang terhormat. Tidak ada kontribusi, tapi secara tiba-tiba diberikan saja,” ucap Ery Mahmudi, koordinator aksi dalam orasinya.

Ery menilai pemberian gelar itu sarat kejanggalan, sehingga menuntut pihak kampus untuk meninjau ulang. “Kampus adalah mimbar akademis bukan politis, selamatkan kampus sebagai mimbar akademis dari unsur politis dan pragmatis,” teriaknya.

Para pendemo bahkan mengancam, jika besok pemberian gelar itu tetap dilaksanakan, maka akan ada aksi lanjutan. “Pemberian gelar adalah komedi atau lelucon, karena di sana masih banyak orang yang penting dan berhak mendapatkan itu,” tandasnya.

Sebelum Soekarwo, UINSA juga memberikan gelar doktor honoris causa untuk Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, 14 September 2017. Namun saat itu tak ada penolkan dari mahasiswa.

Muhaimin juga Ditolak

Penolakan mahasiswa UINSA ini mengingatkan peristiwa serupa saat Forum Dosen FISIP Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menolak pemberian doktor honoris causa untuk Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), 3 Oktober 2017.

Unair dinilai tidak transparan dalam pemberian gelar untuk Cak Imin — sapaan akrab Muhaimin Iskandar. “Kami menyayangkan prosesnya yang tidak sehat dan tidak didahului prosedur internal yang berwibawa,” kata Juru Bicara Forum Dosen FISIP Unair, Airlangga Pribadi kala itu.

Bahkan forum sampai membentuk panitia khusus investigasi yang melibatkan dosen dan mahasiswa kritis di luar struktur yang ada. Tim bertugas menyelidiki lebih lanjut terkait absennya prosedur civitas akademika yang sehat dan berwibawa, di balik penganugerahan doktor kehormatan untuk Cak Imin.

Bagi Forum Dosen FISIP Unair, penganugerahan gelar doktor honoris causa untuk Cak Imin, adalah perpaduan paling memprihatinkan dari kecenderungan pengelolaan universitas yang politis, tidak akademis dan tidak profesional.•

» Baca Berita Terkait UINSA Surabaya, Soekarwo