Alumni Amanatul Ummah: Jampi Harus Tata Kembali Akhlaknya

TATA AKHLAK DAN CABUT LAPORAN: Ketua Umum PB Himah, J Nabiel Aha Putra (kiri) minta Jampi agar menata kembali akhlaknya serta mencabut laporan dan minta maaf langsung ke Kiai Asep. | Foto: Ist
TATA AKHLAK DAN CABUT LAPORAN: Ketua Umum PB Himah, J Nabiel Aha Putra (kiri) minta Jampi agar menata kembali akhlaknya serta mencabut laporan dan minta maaf langsung ke Kiai Asep. | Foto: Ist

MOJOKERTO, Barometerjatim.com – Tak hanya kader PMII. Respons keras juga datang dari Pengurus Besar Himpunan Alumni Amanatul Ummah (PB Himah) atas langkah Jaringan Alumni Muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Jampi) Jatim yang melaporkan KH Asep Saifuddin Chalim ke Polda.

“Hamid (Abdul Hamid, ketua Jampi Jatim) begitu sombong dan tidak mempunyai akhlak serta ingin mendiskreditkan ulama. Jampi perlu mengkaji dan menata kembali akhlaknya,” kata Ketua Umum PB Himah, J Nabiel Aha Putra.

Nabiel menambahkan, “Sebagai jaringan alumni PMII, seharusnya mereka tahu dan sadar bahwa yang mereka laporkan adalah seorang kiai khos. Beliau juga Ketua Umum Persatuan Guru NU (Pergunu) yang identik mempunyai kekeramatan, sehingga bisa saja berbalik menghancurkan Jampi.”

• Baca: Polisikan Kiai, Pengaderan Jampi di PMII Dinilai Tak Tuntas

Tak hanya itu, Nabiel juga mempertanyakan kesantrian Hamid. “Apakah dia tidak pernah belajar di pesantren? Atau memang telah gelap mata?” katanya.

Kalau belajar di pesantren, tandasnya, harusnya Hamid memiliki marwah kesantrian sehingga tidak sampai bertindak di luar batas santri. “Dan lagi harusnya tahu kalau Kiai Asep sebagai wakil majelis pembina PKC PMII Jatim,” tandasnya.

Nabiel tidak habis pikir apa tujuan Jampi sampai bertindak di luar batas kepada Kiai Asep yang mempunyai 5.000 ribu lebih santri dan sekitar 30 ribu alumni di seluruh Indonesia, khususnya di Jatim.

• Baca: Polemik Fatwa Fardu Ain ‘Menggelinding’ di Polda Jatim

“Jampi agar berhati-hati dalam bersikap dan bertindak, karena telah menuduh kiai kami menyebarkan ujaran kebencian dan itu jauh dari pribadi beliau. Kami selalu mendampingi dan menjaga beliau yang terzalimi,” katanya.

Di sisi lain, Nabiel khawatir jika Jampi digunakan sebagai alat politik yang bisa disetir dan dimanfaatkan segelintir orang, maka justru akan mengorbankan idealisme PMII.

Karena itu, PB Himah meminta kepada Jampi Jatim untuk mengklarifikasi dan mencabut laporan, serta segera meminta maaf secara langsung kepada Kiai Asep.