Polisikan Kiai, Pengaderan Jampi di PMII Dinilai Tak Tuntas

JAMPI KADER PMII TAK TUNTAS: Lutfi Kamaludin (kanan), ulah Jampi tak cerminkan kader PMII yang tuntas kaderisasi formalnya di PMII. | Foto: Ist
KADER SEJATI PMII TAK POLISIKAN KIAI: Lutfi Kamaludin (kanan) kader sejati PMII tawadhu terhadap kiai, bukan malah melaporkannya ke polisi demi ‘pesanan’ elite Parpol tertentu. | Foto: Ist

MALANG, Barometerjatim.com – Langkah Jaringan Alumni Muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Jampi) melaporkan pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim ke Polda Jatim dinilai lantaran mereka tak tuntas dalam pengaderan di PMII, sehingga tidak punya tawadhu terhadap kiai.

“Kami sangat kecewa dan menyayangkan atas tindakan pelaporan tersebut,” kata Koordinator Daerah (Korda) Jaringan Santri Nusantara sekaligus kader PMII Kota Malang, Lutfi Kamaludin, Sabtu (16/6).

“Sama sekali tidak mencerminkan kader PMII yang tuntas kaderisasi formalnya di PMII, karena PMII mengajarkan kita tawadhu terhadap kiai,” tambahnya.

• Baca: Polemik Fatwa Fardu Ain ‘Menggelinding’ di Polda Jatim

Bagi Lutfi, perbedaan pilihan politik dalam konteks Pilgub Jatim sangat wajar dan biasa. Tapi ketika ada yang ‘menganjal’, sesuai adab santri, maka yang dilakukan adalah tabayyun, mengonfirmasi kebenarannya terlebih dahulu.

“Tidak seakan-akan reaksioner, seperti adanya sebuah pesanan dari salah satu elite partai untuk melakukan pelaporan terhadap kiai kami,” ucapnya.

“Bukankah kita semua ini (kader PMII) diharapkan menjaga, membentengi kiai, sekaligus melanjutkan perjuangan dakwah kiai nantinya?”

• Baca: Kiai Asep: Jadi Wagub saja Tak Mampu, apalagi Gubernur

Lagi pula, lanjut Lutfi, PMII berdiri atas restu kiai, karena itu jangan sekali-kali sebagai kader PMII su’ul adab terhadap kiai. “Apalagi Kiai Asep Saifuddin menjabat wakil majelis pembina PKC PMII Jatim periode sekarang,” katanya.

Lutfi juga menyebut Jampi bukanlah organisasi resmi alumni PMII. “Saya tegaskan, di PMII wadah alumni resmi hanya Ika-PMII, bukan Jampi ataupun yang lain. Kalaupun ada itu hanyalah gerombolan, bukan organisasi,” tandasnya.

Dalam website jampijatim.com, tambah Lutfi, disebutkan susunan pengurus Jampi Jatim di antaranya terdiri dari dewan penasihat yang diketuai Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Sedang wakil ketuanya yakni Bambang DH yang juga ketua Bappilu DPP PDIP.

• Baca: Catut Wadah Alumni, PMII Jatim: Jampi Organ Akal-akalan

Selain Gus Ipul dan Bambang DH tercatat nama Arif Afandi, mantan Wawali Surabaya saat Bambang DH menjadi wali kota. Nama-nama tersebut bukanlah bagian dari alumni PMII, melainkan alumni organisasi mahasiwa lain.

“Jadi jelas arahnya, bahwa ini murni pesanan elite partai. Maka jangan sekali-sekali membawa nama PMII ke ranah kepentingan politik, karena anda sama sekali tidak berhak,” tegasnya.