120 Bacaleg Demokrat Dijubeli Muslimat NU dan Eks Birokrat

USUNG MUSLIMAT NU-BIROKRAT: Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Seokearwo usai mendaftarkan 120 Bacaleg Demokrat ke KPU Jatim, Selasa (17/7). | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG
USUNG MUSLIMAT NU-BIROKRAT: Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo usai mendaftarkan 120 Bacaleg Demokrat ke KPU Jatim, Selasa (17/7). | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ruang yang diberikan Partai Demokrat untuk kuota perempuan bakal Calegnya di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 cukup besar, 45 persen atau 15 persen di atas amanat undang-undang (UU).

Sebagian besar dari kuota perempuan tersebut diisi kader Muslimat NU. Hal ini bisa dimengerti, mengingat Demokrat merupakan Parpol terdepan yang sukses mengantarkan ibunya Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa bersama Emil Elestianto Dardak di Pilgub Jatim 2018.

Selain kader Muslimat NU, Demokrat juga memberi ruang untuk organisasi wanita lainnya. “Seperti guru-guru yang pensiun, kemudian mereka yang mantan pejuang sekarang mendaftarkan semua,” terang Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Seokarwo usai mendaftarkan 120 Bacaleg Demokrat ke KPU Jatim, Selasa (17/7).

• Baca: Usung 120 Bacaleg, Nasdem Target 14 Kursi di DPRD Jatim

Sementara untuk kuota laki-laki, lanjut Soekarwo, banyak diisi mantan birokrat. Di antaranya Ratnadi Ismaun (eks Biro Kesra Pemprov Jatim), Maskur (eks Kadis Peternakan), Zainal Abidin (eks kepala Bappeprov) serta Nurwiyatno (eks Inspektorat Jatim).

Pakde Karwo — sapaan Soekarwo — menambahkan, semua kalangan diberi ruang karena Demokrat menganut paham politik jalan tengah: Nasionalis-religius.

Langkah ini diambil Parpol berlambang segitiga Mercy tersebut untuk menjadi solusi politik nasional. “Saya kira ini solusi, baik memberi ruang besar tentang Pancasila sebagai bagian perjuangan politik kita,” tegasnya.

• Baca: Nyaleg Lewat PKB, Fandi Utomo Minta Dukungan Muslimat NU

Ditanya terkait target perolehan kursi, Pakde Karwo menyebut angka 15 persen. Bahkan pasca sukses mengantar Khofifah-Emil memenangi Pilgub Jatim 2018, dia optimistis bisa mendapat suara lebih dibanding Pileg 2014.

Perolehan suara tersebut diyakini, terutama dari warga Muslimat NU. “DPP (Demokrat) menetapkan 15 persen, tapi jika melihat perkembangan baru (pasca kemenangan Khofifah-Emil) saya kira lebihlah. Pesimisnya di atas 15 persen,” tandasnya.