Yatim Mandiri Bantu Pendidikan 17.765 Anak Yatim Dhuafa

YATIM MANDIRI: Kegiatan daring Yatim Mandiri bertajuk Doa Bersama 1000 Yatim Dhuafa untuk Negeri. | Foto: IST
YATIM MANDIRI: Kegiatan daring Yatim Mandiri bertajuk Doa Bersama 1000 Yatim Dhuafa untuk Negeri. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Yatim Mandiri kembali menyalurkan bantuan pendidikan. Kali ini sasarannya 17.765 anak yatim dhuafa.

“Khusus untuk yatim dhuafa, Yatim Mandiri sebagaimana tahun-tahun sebelumnya kembali memberikan bantuan pendidikan kepada 17.765 yatim dhuafa,” kata Dirut Yatim Mandiri, Mutrofin dalam kegiatan daring bertajuk Doa Bersama 1000 Yatim Dhuafa untuk Negeri, Sabtu (14/8/2021).

Selain Mutrofin, kegiatan ini juga dihadiri Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (MK), Prof Muhadjir Effendy; Ketua Pembina Yatim Mandiri, Prof Mohammad Nasih; Ustadz Taufiqurrahman SQ serta anak yatim dhuafa.

Bantuan pendidikan yang diberikan tersebut, lanjut Mutrofin, bukanlah santunan sesaat melainkan bantuan yang sifatnya terintegrasi dan berkelanjutan sesuai usia yatim dhuafa.

“Hingga mereka dianggap memiliki kemampuan untuk menjadi pribadi yang mandiri, serta berdampak bagi masyarakat sekitarnya,” jelasnya.

Selain bantuan pendidikan untuk total 17.765 yatim dhuafa, lanjut Mutrofin, tahun ini Yatim Mandiri juga melakukan serangkaian program sosial dan pemberdayaan.

Di antaranya bantuan pendidikan untuk 1.000 yatim dhuafa terdampak pandemi Covid-19. Lalu asrama untuk 1.000 yatim dhuafa yang terbagi menjadi beberapa tahap sesuai jenjang pendidikan yang tersebar di beberapa kota di Indonesia (Rumah Kemandirian, ICM Boarding School, dan Mandiri Entrepreneur Center).

Tak hanya itu, masih ada program lain seperti pendampingan ekonomi untuk keluarga yatim dhuafa, serta bantuan pangan dan gizi.

Menurut Mutrofin, jumlah bantuan yang disalurkan ini bukan tidak mungkin akan terus bertambah, mengingat antusiasme masyarakat untuk membantu program-program penanganan yatim dhuafa sangat besar.

“Yatim Mandiri melakukan donasi, Yatim mandiri memberikan support pendidikan, seperti daring untuk para fakir miskin  dengan membantu internet,” jelasnya.

Mutrofin menambahkan, Yatim Mandiri yang memiliki 47 cabang sudah 27 tahun membantu masyarakat, siap bersinergi dengan perusahaan swasta dan institusi untuk bergabung saling membantu, saling asah, dan saling asuh.

Ayo Kita Peduli

Berbagai program Yatim Mandiri tersebut mendapat apresiasi dari Menko Bidang PMK, Prof Muhadjir Effendy.

Dia menilai, Yatim Mandiri dalam bidang pendidikan telah memberikan metode dan cara belajar baru untuk membantu anak-anak yatim dhuafa mendapatkan ilmu pengetahuan.

Sebab, memahami dan mengambil manfaat dari perbuatan amal baik dan saleh salah satunya yakni membantu, menghidupi, serta mengentas anak yatim dan kaum dhuafa.

“Kepedulian kita bisa menjadi manfaat mereka, sehingga tidak kehilangan kesempatan belajar. Untuk pandemi Covid-19 sendiri, ayo kita peduli, salah satunya berbagi masker dan vaksin adalah senjata pamungkas untuk menghadapi Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Pembina Yatim Mandiri, Prof Nasih memaparkan ada empat unsur atau komponen selain ilmu pengetahuan yang diperlukan untuk membangun peradaban nan adil dan memanusiakan manusia.

“Yaitu ilmu para ulama sangat diperlukan, manajemen para umaroh, keadilan dan profesional. Misalnya pengurus dalam pengelolaan yang adil dan proporsional. Terakhir, kedermawanan dari para pengusaha,” tutur Prof Nasih.

Terlebih adanya pandemi Covid-19, Yatim Mandiri mendapat informasi adanya fakir miskin dan para dhuafa baru. “Mari berdoa bersama agar pandemi segera berlalu,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona