Wasekjen PAN: Khofifah Layak Diberi Amanat Jadi Gubernur

BANSOS NON TUNAI: (Dari kiri) Wasekjen DPP PAN Kuswiyanto, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Bupati Bojonegoro Suyoto dan Anggota Fraksi PKB DPR RI Anna Muawanah saat Penyaluran Bansos Non Tunai PKH di Bojonegoro, Minggu (5/3). | Foto: Humas Kemsos/IKHWAN

BOJONEGORO, Barometerjatim.com – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Kuswiyanto menilai Khofifah Indar Parawansa memiliki modal komplet untuk menjadi gubernur Jatim pasca dua periode kepemimpinan Gubernur Soekarwo.

“Bu Khofifah dua kali jadi menteri. Kemudian punya pengalaman jadi anggota DPR RI dan sampai sekarang masih menjadi Ketum PP Muslimat NU,” katanya.

“Artinya dengan berbagai modal pengalaman itu sangat layak kalau beliau diberi amanat untuk menjadi gubernur. Saya kira Kang Yoto (Suyoto, bupati Bojonegoro) juga begitu. Nggak ada persoalan.”

Apakah ini artinya Khofifah-Suyoto cocok untuk bersanding di Pilgub Jatim 2018? “Tentu yang membikin cocok adalah rakyat Jatim. Kalau rakyat Jatim mengehendaki, saya kira nggak ada persoalan,” tandasnya.

“Bu Khofifah dua kali jadi menteri. Pengalaman jadi anggota DPR RI dan sampai sekarang masih Ketum PP Muslimat NU. Dengan berbagai modal pengalaman itu sangat layak kalau diberi amanat menjadi gubernur.”

Ditanya soal statement Ketum DPP PAN, Zulkifli Hasan yang menyebut Khofifah sebagai sahabat baiknya, Kuswiyanto menilai pernyataan itu sebagai hal yang logis.

“Sebelum menjadi ketua MPR, Pak Zul kan pernah menjadi menteri, pernah sama-sama dengan Bu Khofifah di Senayan (DPR), sehingga beliau berdua pasti sering berkomunikasi. Saya juga bersahabat dengan Bu Khofifah, karena di komisi VIII kami bermitra,” paparnya.

Terkait dengan partai mana PAN akan berkoalisi, Kuswiyanto menegaskan sangat terbuka dengan partai manapun, termasuk mengulang sukses dengan Partai Demokrat. “PAN bergandengan dengan partai manapun, harapannya pasangan yang diusung PAN jadi,” katanya.

Sebelumnya, sinyal lebih kuat lagi dilontarkan Kuswiyanto ketika memberikan sambutan saat Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di Pendopo Kabupaten Bojonegoro, Minggu (5/3).

• Baca: Ketum PAN: Bu Khofifah Sahabat Baik Saya

Di hadapan Khofifah dan ibu-ibu penerima PKH, mantan anggota DPRD Jatim itu meminta yang hadir untuk mengingat-ingat wajah Khofifah dan Kang Yoto yang duduk bersebelahan.

“Ibu-ibu nggak lupa ya dengan wajah Bu Menteri Sosial, Bu Khofifah,” kata Kuswiyanto yang disambut koor jawaban, “Tidak..!!” Tak berhenti di situ, Kuswiyanto juga menegaskan kalau yang duduk di samping Khofifah adalah Kang Yoto.

“Diingat-ingat ya, wajah Bu Menteri Sosial, Bu Khofifah yang sekarang duduk berdampingan dengan Kang Yoto, bupati Bojonegoro. Duduknya berdampingan, diingat-ingat ya.”

Ketika sinyal itu ditanyakan ke Kang Yoto, dia hanya tersenyum. “He.. he.. Tanya sama yang ngomong-lah,” katanya. Pun ketika hal serupa ditanyakan ke Khofifah, “Saya ke sini untuk acara penyaluran bantuan sosial non tunai,” singkatnya.