Jumat, 07 Oktober 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Warning! BOR 145 RS Rujukan Covid-19 di Jatim Tembus 70%

Berita Terkait

HAMPIR PENUH: Herlin Ferliana, BOR RS rujukan Covid-19 di Jatim tembus 70 alias hampir penuh. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
HAMPIR PENUH: Herlin Ferliana, BOR RS rujukan Covid-19 di Jatim tembus 70 alias hampir penuh. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa sudah menambah Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 dari 127 menjadi 145. Itu belum termasuk RS lapangan di Surabaya dan Malang, serta pengkonversian RS Paru di Jember.

“Tetapi dengan tambahan 145 itu pun, ternyata BOR-nya (Bed Occupancy Rate) untuk ICU (Intensive Care Unit) maupun isolasi hampir 70 persen,” beber Kepala Dinas Kesehatan Jatim, dr Herlin Ferliana, Senin (4/1/2021).

“Padahal WHO (World Health Organization/Organisasi Kesehatan Dunia) itu menyarankan sekitar 50 persen. Kalau sudah 70 persen itu berarti warning! Harus ada tambahan lagi supaya tidak sampai menolak pasien karena penuh,” sambungnya.

Bukankah masih ada 30 persen sisa BOR, mengapa ada RS rujukan — di antaranya di Sidoarjo — sampai menolak pasien Covid-19?

Menurut Herlin, memang, terkadang ada yang masih sisa 30 persen tapi terkadang pula disebut penuh, karena ada dokter atau perawanya ikut tertular virus mematikan tersebut.

“Sehingga akhirnya orang berperang, dia sendiri juga ikut perang. Artinya kalau tempat tidurnya ada, kalau dokternya kena ya tidak bisa melaksanakan layanan dengan ketersediaan tempat tidur tadi,” jelasnya.

Meski RS rujukan hampir penuh, lanjut Herlin, gubernur disebutnya terus berupaya melakukan penambahan, termasuk akan mengkonversi RS Paru Surabaya dengan menambah tempat tidur khusus untuk pasien Covid-19.

Selain itu, sedang dibicarakan untuk RS Dungus di Kabupaten Madiun menjadi RS khusus Covid-19. “Ada tanah kosong, jadi akan dibuat tempat tidur, ini lagi ditata, berapa tempat tidur yang disiapkan, insyaallah sekitar 300-an,” ungkapnya.

Herlin pun berpesan, berapun tempat tidur yang disiapkan untuk pasien Covid-19 tidak akan cukup  kalau kita tidak sama-sama menjaga protokol kesehatan dengan menerapkan “3 M”: Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan.

“Dan menghindari gerombolan satu M tambahannya, supaya kita semuanya tidak tertular. RS tidak akan cukup berapa pun ditambah,” katanya.

Positif Capai 87.070 Kasus

Ya, pasien Covid-19 di Jatim dari hari ke hari memang terus bertambah. Data Satgas Covid-19 hingga 4 Januari 2021, terdapat penambahan kasus positif di Jatim sebanyak 709. Dengan demikian jumlah kasus positif mencapai 87.070.

Dari jumlah itu, 75.967 orang (86,10 persen) dinyatakan sembuh, 6.038 orang (6,93 persen) dirawat, dan 6.065 kasus (6,97 persen) meninggal dunia.

Hingga kini juga terdapat delapan daerah yang masih menyandang status zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19 di Jatim, yakni Tulungagung, Bojonegoro, Tuban, Kota Malang, Lumajang, Kota Blitar, Mojokerto, dan Kota Madiun.

Sebelumnya, Khofifah — yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri setelah terpapar Covid-19 — menambah 18 RS rujukan sehingga menjadi 145 atau tiga kali lipat lebih banyak dari jumlah RS rujukan pada Maret yang hanya 44.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik dalam pandemi Covid-19 ini. Karena itu, kami berkomitmen untuk memastikan kapasitas bed isolasi yang cukup dengan menambah 18 RS rujukan baru di Jatim,” katanya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -