Warga Jombang Tak Harus Pilih Cagub dari Jombang


JATIM BUTUH PEMIMPIN CERDAS: Achmad Rifai nilai sosok Khofifah Indar Parawansa memiliki karakter kuat, cerdas serta cepat dalam mengambil keputusan yang berani. | Foto: Barometerjatim.com/RADITYA MANGGALANA

JOMBANG, Barometerjatim.com – Pilgub Jatim 2018 mulai menarik perhatian masyarakat. Tak terkecuali Achmad Rifai, pengacara kondang kelahiran Mojokrapak, Jombang.

Rifai berharap, Jatim yang memiliki wilayah luas dengan beragam kultur dan etnis bisa dipimpin gubernur berkarakter kuat, cerdas serta cepat dalam mengambil keputusan-keputusan yang berani.

Dari sekian nama kandidat yang muncul, mantan kuasa hukum KPK itu melihat Mensos Khofifah Indar Parawansa sebagai sosok yang komplet untuk memimpin Jatim pasca dua periode kepemimpinan Gubernur Soekarwo.

“Saya lihat Bu Khofifah termasuk orang yang kuat dalam hal ini. Dari kandidat yang ada, Bu Khofifah orang yang tepat dan punya kemampuan di situ (gubernur, red). Karakter yang kuat dan cerdas ini dibutuhkan untuk membangun Jatim,” ujarnya di sela acara Santunan dan Berbagi Kasih di kediamannya, Mojokrapak, Minggu (5/3).

“Nggak haruslah! Kalau calonnya (dari Jombang, red) nggak bagus, kenapa harus dipilih.”

Rifai menambahkan, Khofifah yang juga ketua umum PP Muslimat NU juga dinilai memiliki komitmen kuat dan terbiasa mengambil keputusan-keputusan yang berani.

“Ini sangat dibutuhkan karena dalam membangun Jatim yang sangat luas dengan masyarakat yang cerdas, sekali lagi, dibutuhkan kecerdasan dan keberanian,” paparnya.

Kecerdasan yang dimaksud Rifai bukan semata-mata cerdas IQ-nya, tapi juga pintar dalam mengambil keputusan serta sikap yang mengutungkan rakyatnya dan tak tersandera kepentingan partai politik pengusung.

“Kita bisa melihat kadang pemimpin tak bisa lepas dari partainya. Kalau sudah begitu bagaimana bisa mengurus rakyatnya. Ini dibutuhkan keberanian yang luar biasa dan Bu Khofifah memiliki itu semua,” tambahnya.

• Baca: Cari Cagub Potensial, Pakde Karwo Tunggu Khofifah

Bagaimana dengan sentimen kedaerahan? Menurut Rifai saat ini hal itu tidak berlaku lagi. Masyarakat, katanya, sudah pintar melihat dan menilai siapa calon pemimpinnya tanpa harus dikomando.

“Sekarang orang mau kampanye apapun, masyarakat sudah tahu mana yang bagus dan tidak. Masyarakat kita sudah jauh lebih pintar,” ujarnya.

Dia mencontohkan dirinya atau warga Jombang lain tidak harus memilih calon dari daerah yang sama jika memang calon tersebut tidak berkualitas. “Nggak haruslah! Kalau calonnya (dari Jombang, red) nggak bagus, kenapa harus dipilih,” tandasnya.