Wanita Madura Ini Lahirkan Bayi dari Embrio Beku 6 Tahun

BAYI TABUNG: Dokter Benediktus Arifin membagikan kebahagiaan pasangan asal Madura, Rifki dan Aisyah Fiyanti. | Foto: Instagram
BAYI TABUNG: Dokter Benediktus Arifin membagikan kebahagiaan pasangan asal Madura, Rifki dan Aisyah Fiyanti. | Foto: Instagram

SURABAYA, Barometerjatim.com – Teknologi bayi tabung mengalami perkembangan signifikan. Sebagaimana diketahui, prosedur bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) merupakan salah satu alternatif bagi pasangan yang telah lama mencoba untuk hamil.

Salah satu metode terbaru dari prosedur program bayi tabung yakni teknologi unggulan yang disebut dengan Frozen Embryo Transfer (FET) atau transfer embrio beku. Metode ini merupakan proses membekukan embrio dan mencairkan kembali saat akan ditanamkan ke dalam rahim.

Keberhasilan ini dirasakan pasangan suami-istri (pasutri) Rifki dan Aisyah Fiyanti. Setelah menikah selama 12 tahun dan belum mendapat keturunan, keduanya lalu mengawali proses bayi tabung enam tahun lalu (2015). Lewat proses ini, setahun kemudian sang istri, Aisyah Fiyanti melahirkan anak laki-laki pertama, Achmad Rifansyah (Evan).

Lewat proses IVF, pasangan tersebut melakukan FET kembali di 2021. Dari embrio yang telah disimpan selama enam tahun lalu sejak 2015, Aisyah berhasil hamil dengan sehat hingga lahir anak kedua yang diberi nama Khadijah Adzkiya pada 11 November 2021.

Dokter Benediktus Arifin MPH SpOG(K) FICS yang praktik di Morula IVF Surabaya sekaligus sebagai dokter Obgyn dari pasangan tersebut menjelaskan, jika pasutri yang viral karena berhasil hamil dari embrio yang disimpan selama enam tahun tersebut berasal dari Sumenep, Madura.

“Saya dan tim Morula IVF Surabaya sudah menangani mereka sejak 2015, saat bayi tabung mendapatkan 6 embrio, kemudian kehamilan anak pertama mendapat anak laki-laki lahir di tahun 2016. Saat itu menikah sudah 6-7 tahun dan belum berhasil hamil,” tuturnya.

“Sekarang berhasil memiliki dua anak dari proses IVF dan FET. Karena berasal dari embrio yang sudah di frozen selama enam tahun, kini baby Adzkiya menjadi case embryo freeze terlama di Morula Surabaya dan one of the “oldest” baby girl di Morula Surabaya tahun 2021,” sambung dokter yang akrab disapa Benny itu.

Bagi Benny, momen ini merupakan pengalaman dan berita gembira karena Tuhan memberikan lagi kesempatan kepadanya untuk menyaksikan kuasa-Nya yang luar biasa melalui pasutri asal Madura itu. Dia juga membagikan momen tersebut di akun Instagramnya @drbennyarifin.

“Ini juga sekaligus menjawab beragam pertanyaan dan keraguan tentang berapa lama embrio bisa disimpan dan jawabannya belum ada batasan waktu tertentu,” kata Benny.

Case terlama yang pernah ada itu selama 28 tahun, diberi nama Molly, dilakukan melalui embrio donor di Amerika. Namun donor embrio ini belum diperbolehkan di Indonesia,” ucapnya.

Sebagai dokter dari pasangan Aisyah dan Rifki, Benny turut bersyukur dan terharu karena selama ini telah menyaksikan perjalanan embrio dari kedua kakak dan adik yang didampingi tim Morula IVF Surabaya sejak 2015. Kakak (laki-laki) lahir pada 2016, adiknya (perempuan) lahir di 2021.

Menurutnya, banyak orang khawatir tentang kualitas embrio yang disimpan. Namun cerita pasutri tersebut menunjukkan bahwa embrio yang telah disimpan enam tahun masih dalam kondisi dan kualitas yang baik untuk dilakukan FET.

“Semoga ini menginspirasi dan membangkitkan semangat semua pasangan yang sedang merencanakan kehadiran buah hati, apalagi yang masih memiliki frozen embrio yang disimpan di Morula. Jangan putus asa, terus berdoa, berusaha dan tetap bersyukur,” pungkas Benny.

» Baca Berita Terkait Bayi Tabung