Wakil Ketua PWNU Jatim Pilih Menangkan Khofifah-Emil

DUKUNGAN KIAI MADURA: Kiai, habaib dan ibu nyai dalam satu barisan memenangkan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
DUKUNGAN KIAI MADURA: Kiai, habaib dan ibu nyai dalam satu barisan memenangkan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

SAMPANG, Barometerjatim.com – Beda dengan Ketua PWNU Jatim, KH Hasan Mutawakkil ‘Alallah yang mendukung Saifullah Yusuf-Puti Guntur, Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Muhammad Shidik Abdurrahman justru lebih memilih memenangkan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018.

Bahkan Kiai Shidik membacakan deklarasi dukungan ratusan kiai, habaib dan ibu nyai berpengaruh di Madura mendukung pasangan calon nomor urut satu tersebut di Pondok Pesantren At-Taroqi Karongan, Sampang, Rabu (15/5).

Selain Kiai Shidik, para kiai berpengaruh yang hadir di antaranya KH Farouq bin Alawy Muhammad (Sampang), KH Mutam Mukhtar dan KH Muammad Ali Fikri (Ponpes Annuqayah Sumenep), KH Abdullah Syaukat Siradj (Ponpes) Sidogiri, serta KH Asep Saifuddin Chalim (Ponpes Amanatul Ummah).

• Baca: Survei CSIS: Puti ‘Sosok Impor’, Perempuan Jatim Pilih Khofifah

Kiai Farouq mengatakan, dukungan ini murni inisiasi para kiai dan ibu nyai dari seluruh Ponpes di Madura dan tanpa dorongan apapun. Murni demi menyelamatkan Jawa Timur.

“Agar terselamatkan. Kalau beliau insyaallah diberi kemenangan besar oleh Allah Swt. Itu spontanitas. Artinya mereka ingin berkumpul di sini. Istilahnya ini ilham Allah Swt kepada para kiai. Ini tak terduga. Insyaallah bersatu. Banyak kiai berpengaruh di sini mendukung Bu Khofifah,” kata Kiai Farouq.

Bukan tanpa alasan para kiai Madura mendukung Khofifah-Emil. Keduanya dinilai memiliki kinerja yang terbukti di pemerintahan.

• Baca: 48 Hari Lagi Coblosan! Kiai Sidogiri Dukung Penuh Khofifah

Seperti diketahui, Khofifah pernah diberikan amanat menjadi menteri di dua era presiden berbeda, yakni Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN di era Presiden Gus Dur serta Menteri Sosial di kabinet Presiden Jokowi. Di jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah empat periode dipercaya sebagai ketua umum PP Muslimat NU.

Sedangkan Emil brpengalaman di pemerintahan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Emil tercatat sebagai bupati termuda yang penuh prestasi.

Di luar itu, Emil pernah bekerja di World Bank Officer dan Chief Business Development and Communication-Executive Vice President di PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero). Di NU, suami Arumi Bachsin itu pernah menjabat ketua PCINU Jepang.

“Dua-duanya juga NU. Biar aspirasi masyarakat tertampung dan itu juga NU untuk umat. Emil juga pengalaman, beliau tentang kenegaraan disumbangkan untuk rakyat Jawa Timur,” lanjut Kiai Farouq.

• Baca: Wakil Ketua PCNU Bangil: Pilih Jilbab, Jangan ‘Sari Konde’

Para kiai berpengaruh di Madura ini juga akan gencar menyosialisasikan program Khofifah-Emil. Jika nanti masyarakat Jawa Timur memberi mandat, Khofifah juga diminta memperhatikan Ponpes.

“Kita mengadakan sosialisasi ke bawah, menyampaikan visi-misi beliau. Biar bisa memajukan ekonomi pondok pesantren, bisa juga memberikan beasisa bagi kalangan murid yang berprestasi,” pungkasnya.

Sementara kepada para kiai, habaib dan ibu nyai Madura, Khofifah mohon restu dan doa. “Mudah-mudahan pangestunya kiai, doanya kiai, terkabulkan untuk Khofifah-Emil mimimpin Jatim, manfaat barokah,” tandas Khofifah.