Wakil Ketua PCNU Bangil: Pilih Jilbab, Jangan ‘Sari Konde’

BERSATU MENANGKAN NOMOR SATU: Warga NU Bangil, Pasuruan, termasuk Banser, bersatu mendukung dan memenangkan paslon nomor satu. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
BERSATU MENANGKAN NOMOR SATU: Warga NU Bangil, Pasuruan, termasuk Banser, bersatu mendukung dan memenangkan paslon nomor satu. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

BANGIL, Barometerjatim.com – Tak hanya cerdas, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil, Pasuruan, KH Muhammad Muadz menegaskan pilihannya ke Khofifah Indar Parawansa karena anak ideologi Gus Dur itu sosok yang religius. Terlebih Jatim membutuhkan gubernur yang paham soal agama.

“Orang-orang Bangil lebih suka (gubernur) yang memakai jilbab, karena mayoritas masyarakatnya muslim dan muslimah. Masa mau diganti sari konde? Enggak cocok!” kata Kiai Muadz saat menerima silaturahim Khofifah di kedimannya di Bangil, Pasuruan, Sabtu (5/5).

“Kalau dia (bukan sosok religius) didukung, kemudian jadi apa? Jawa Timur harus dipimpin pemimpin yang paham agama,” tegasnya.

• Baca: Masih Keluarga Gus Ipul, Ketua PCNU Bangil Pilih Khofifah

Sebelumnya, kiai-kiai di Jatim cukup ‘terpukul’ dengan puisi Sukmawati Soekarnoputri yang dinilai mengandung unsur penistaan agama, karena membandingkan syariat Islam dengan sari konde dan adzan dengan kidung.

Meski puisi Sukmawati tak berhubungan langsung dengan keponakannya, Cawagub Puti Guntur Soekarnoputri, sejumlah kiai yang selama ini mendukung Gus Ipul-Puti ramai-ramai menarik diri dan mengalihkan dukungan ke Khofifah-Emil. Termasuk Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT)  yang diketuai KH Fahrurrozi (Gus Fahrur).

Alasan kiai kampung, Jatim harus dipimpin gubernur yang tidak terkontaminasi dengan penghinaan terhadap agama. “Lha sopo maneh lek gak Bu Khof dan Mas Emil (Siapa lagi kalau bukan Khofifah-Emil),” tandas Gus Fahrur, beberapa waktu lalu.

• Baca: Mayoritas Warga NU Pilih Khofifah-Emil, Ini Hasil Surveinya

Kiai Muadz menambahkan, selain religius, pengalaman Khofifah dalam memimpin tak diragukan lagi karena pernah dua kali menjadi menteri di dua presiden berbeda. Lalu menjabat kepala BKKBN serta empat periode memimpin Muslimat NU.

“Pengalaman kinerjanya, Bu Khofifah lebih baik untuk memimpin Jatim. Secara struktural di jam’iyyah Nahdlatul Ulama dia mampu mengatur masyarakat yang berbeda-beda. Mumpuni untuk memimpin Jatim,” tegas Kiai Muadz. Satu lagi, tandasnya, Khofifah pribadi yang bisa dipercaya.

Nah, berbagai pertimbangan itulah yang membuat Kiai Muadz mengalihkan dukungan ke Khofifah, meski masih ada hubungan keluarga dengan Saifullah Yusuf (Gus Ipul). “Kalu dia kurang kejujurannya, hanya janji saja,” tegasnya.